Lapisnews.com, Mateng – Puluhan warga dari Topoyo kembali mendatangi gedung DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat, pada Kamis, 8 Mei 2025.
Mereka kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi Pasar Lama Topoyo ke Pasar Baru yang dijadwalkan akan dilakukan pada Jumat 9 Mei besok.
Dalam aksinya, warga membawa spanduk bertuliskan penolakan relokasi. Aksi ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah anggota legislatif Mateng.
Koordinator aksi Aco, mengatakan kedatangan mereka ke gedung DPRD sebagai bentuk dukungan moral agar para anggota legislatif tetap konsisten menolak kebijakan relokasi tersebut.
“Rentetan perjuangan sudah kami lakukan, termasuk RDP bersama anggota DPRD. Hari ini kami datang lagi untuk menegaskan penolakan. Dari RDP Selasa kemarin, ada delapan anggota yang menyatakan menolak relokasi. Besok kita akan lihat sejauh mana komitmen mereka,” tegas Aco pasca orasi dihalaman gedung DPRD.
Ia menyatakan, meski pemerintah tetap akan melakukan penertiban pasar, para pedagang akan tetap beraktivitas seperti biasa di Pasar Lama.
“Kalau Satpol PP bertindak berlebihan, maka mereka yang memicu kericuhan. Kami hanya ingin berdagang seperti biasa,” tambahnya.
Aco juga menyayangkan belum adanya hasil maksimal dari RDP sebelumnya, karena pemerintah tetap berencana menjalankan relokasi Jumat besok, meski sejumlah anggota DPRD sudah menyatakan penolakan.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Mateng, Hamka, menyampaikan bahwa pihaknya menerima dan mendukung aspirasi warga pasar.
“Mereka datang menyampaikan agar aktivitas jual beli di Pasar Lama tetap berjalan dan tidak ditutup. Ini menyangkut mata pencaharian mereka,” kata Hamka.
Ia juga menekankan bahwa penutupan pasar lama harus dipikirkan matang-matang, mengingat banyak pedagang yang sudah lama menggantungkan hidup di sana.
“Saya berharap pasar lama dan pasar baru bisa sama-sama berjalan. Jangan terburu-buru menutup satu. Sebagai wakil rakyat, kami dengarkan dan tindak lanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat,” pungkasnya.











Komentar