Lapisnews.com, Mateng – Puluhan kendaraan roda dua (Motor) di Desa Tobadak Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), mengalami kerusakan serius pada mesin.
Kerusakan ini diduga disebabkan oleh penggunaan oli palsu atau oplosan yang beredar di wilayah Mateng.
Berdasarkan pantauan laman ini di sebuah bengkel di jalur dua Benteng, Desa Tobadak, sejumlah motor tampak dibongkar untuk memperbaiki kerusakan pada bagian mesin.
Mekanik bengkel, Samsu Alam (27), mengatakan hingga saat ini sudah sekitar 50 unit sepeda motor dibongkar akibat dugaan penggunaan oli palsu. Ia menjelaskan, salah satu tanda motor menggunakan oli palsu adalah tarikan mesin yang terasa berat dalam waktu singkat serta munculnya asap putih dari knalpot.
“Kalau dibongkar, biasanya mesin motor terlihat hitam pekat. Berbeda dengan oli asli, mesin akan tetap bersih dan bening,” ujarnya saat ditemui saat membongkar mesin motor matic Scoopy, Senin, 26 Mei 2025.
Samsu juga menambahkan, penggunaan oli palsu dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan parah seperti turun mesin, kerusakan pada blok mesin, hingga seher aus. Ia memperkirakan peredaran oli palsu di mateng sudah berlangsung selama sekitar lima bulan terakhir.
“Beberapa bulan terakhir, saya sering membongkar mesin motor, oli yang digunakan tidak sesuai standar dan warnanya pun mencurigakan. Dari pengalaman saya, kerusakan seperti ini jarang terjadi jika menggunakan oli asli,” tambahnya.
Menurutnya, oli palsu sulit dibedakan dari yang asli karena dikemas menggunakan merek ternama dan tersegel layaknya produk resmi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat mengganti oli kendaraan.
“Usahakan ganti oli di bengkel resmi atau bengkel yang benar-benar terpercaya,” pesannya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulbar telah melakukan penggerebekan di sebuah gudang di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar pada Minggu, 25 Mei 2025 kemarin.
Gudang tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan oli ilegal dan oplosan dalam jumlah besar. Dari hasil operasi yang merupakan penyelidikan selama dua bulan oleh Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sulbar, petugas menemukan sekitar 928 kardus berisi oli dari berbagai merek dan jenis.











Komentar