LAPISNEWS.COM,-MATENG – Los Pasar Lama Topoyo kini bak kota mati. Sejak diberlakukannya Surat Edaran (SE) Bupati Mamuju Tengah (Mateng) per 9 Mei 2025, aktivitas jual beli di lokasi itu resmi dialihkan ke Pasar Baru Topoyo.
Padahal sebelumnya, setiap Jumat, Pasar Lama selalu ramai. Namun dua pekan pasca SE diberlakukan, suasana pasar sunyi senyap. Tak ada satu pun pedagang maupun pembeli yang terlihat.
“Sejak pagi tak ada orang jualan atau belanja Pak,” ujar Santo (35), pedagang yang tengah membongkar los miliknya untuk dipindahkan ke pasar baru, Jumat 16 mei 2025.
Santo mengaku, akses ke Pasar Lama juga ditutup dengan timbunan material, membuat kendaraan tidak bisa masuk.
“Memang sudah ada instruksi dari pemerintah, tidak boleh ada jual beli lagi di sini,” jelasnya.
Namun sayangnya, pemindahan pasar ini membawa dampak pada pendapatan para pedagang. Santo menyebut, omzet di pasar lama bisa mencapai Rp 3 juta hingga Rp5 juta per hari pasar. Tapi di pasar baru, paling tinggi hanya Rp900 ribu.
Ia menilai, sepinya pasar baru disebabkan pembeli belum familiar dengan lokasi, ditambah los yang belum tertata rapi. Bahkan, ia sendiri mengaku belum memiliki los tetap di pasar baru.
“Kami yang pemburu pasar seperti saya belum disiapkan los. Jadi sangat susah berdagang,” ungkap Santo.
Ia berharap pemerintah segera menata dan membagikan los secara merata agar aktivitas jual beli bisa kembali bergairah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Mateng, Colleng Sulaiman mengatakan pihaknya terus berbenah.
“Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas dan kenyamanan pasar baru agar pedagang dan pembeli bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya










Komentar