oleh

Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Beri Edukasi Bahaya IRET dan NVE Kepada Siswa SMAN 1 Kalukku

-Mamuju-46 views

LAPISNEWS.COM, MAMUJU – Satgaswil (SGW) Sulawesi Barat Densus 88 Anti Teror melaksanakan sosialisasi pencegahan paham IRET serta bahaya Nihilistic Violent Extremism (NVE) di SMAN 1 Kalukku, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya membentengi generasi muda dari pengaruh paham menyimpang yang marak menyebar lewat ruang digital.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WITA di lingkungan sekolah Jl. Poros Mamuju-Palu, Kelurahan Kalukku, dengan dihadiri Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang terdiri dari Iptu Edi Surya, S.H., M.M, Ipda Benyamin Jecshon, S.H, Bripka Ismail Azis, dan Briptu Muh. Affany Aghny, S.H. Turut hadir Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Kalukku, Khaliq Gifari, S.Pd., M.Pd, serta diikuti secara antusias oleh 104 orang siswa-siswi sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Khaliq Gifari menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT yang telah meluangkan waktu berbagi wawasan dan kewaspadaan dini terhadap bahaya paham IRET serta NVE di kalangan pelajar.

Materi utama disampaikan langsung oleh Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar. Para narasumber memaparkan ciri khas dan indikator awal penyebaran paham IRET, sekaligus menjelaskan definisi Nihilistic Violent Extremism (NVE), yakni aliran ekstremisme kekerasan yang menolak nilai kemanusiaan, norma masyarakat, dan hukum yang berlaku, serta mendorong tindakan anarkis tanpa landasan ideologi yang jelas.

Secara khusus, tim mengingatkan bahwa paham berbahaya ini kini banyak menyusup melalui media sosial, permainan daring, dan pergaulan di dunia maya. Oleh karena itu, para siswa diajak untuk memperkuat literasi digital, membangun daya tangkal diri, serta senantiasa menanamkan nilai kebangsaan dan sikap toleransi serta moderasi dalam kehidupan sehari-hari, agar cerdas dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan hangat, mencakup rangkaian acara pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab yang interaktif, doa bersama, penutup, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.

Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh siswa mampu memahami bahaya yang mengancam, menjadi pelopor penyebar nilai positif, serta ikut menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed