oleh

Sendratari Masossor Manurung Memukau Penonton Manakarra Fair di Malam Terakhir

-Mamuju-1.360 views

LAPISNEWS.COM,-MAMUJU – Sendratari Massosor Manurung tampil di anjungan Manakarra Mamuju (14/7). Sekitar 100 orang pendukung acara, mulai dari pemusik, penari dan para pameran serta tim penata, menyeguhkan sebuah pertunjukan sakral kepada penonton yang sekaligus menjadi persembahan khusus dalam rangka Hari Jadi Mamuju ke- 484 tahun.

Untuk diketahui bahwa Masossor Manurung adalah pencucian keris pusaka kerajaan Mamuju yang digelar oleh Maradika dan Dewan Adat. Air Pencucian Manurung dapat digunakan sebagai penyembuh sakit dan ketika disiramkan ke tanah dapat melimpahkan hasil panen. Begitupula, ketika air pencucian tersebut disiramkan ke laut maka tangkapan ikan akan melimpah ruah.

Dibawah Binaan Andi Saiful Rauf, Sanggar Bamba Manurung merangkai plot sendratari ini secara apik sehingga menjadi sebuah seni pertunjukan yang menarik. Dalam gerak, warna, ekspresi serta bunyi dan kata, pertunjukan ini mampu menarik simpatik para penonton.

Salah satu penonton, Nurfadliah, mengatakan bahwa Sendratari Masossor Manurung telah membuat dirinya semakin tahu tentang proses ritual pencucian keris tersebut.

“Yah selama ini saya belum pernah melihat langsung ritual Masossor Manurung. Selama ini saya hanya mendengar saja dari mulut ke mulut. Tapi malam ini saya langsung dapat menyaksikan prosesnya walapun itu hanya dalam sendratari. Pertunjukannya sangat mengagumkan,” Ujarnya

Nurfadliah menambahkan bahwa ada nilai sakral dan mistik yang ia rasakan ketika menyaksikan sendratari ini.

“Eeee yang saya tahu bahwa para pemeran adalah keturunan asli dari kerajaan Mamuju. Wah, saya jadi merinding. Apalagi sewaktu sendratari ini dimulai dan pemeran Sandro masuk ke arena pemetasan, saya merasa ada hal gaib yang hadir di sekitar anjungan.“ kisahnya

Sendratari Masossor Manurung menghadirkan anak keturunann Maradika dan Dewan Adat (Galaggar Pitu) serta penari dan pemusik yang handal. Sementara yang berperan sebagai Sandro adalah teaterawan, Imelda yang pernah meraih penghargaan sebagai nominator Pemeran Utama Terbaik dalam Festival Mahasiswa Nasional II tahun 2003 dan sebagai 7 penyaji terbaik dalam Festival Monolog Nasional Putu Wijaya tahun 2004.(A/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed