Lapisnews.com, mateng – Niat awal untuk memanen sawit berujung duka. Seorang petani bernama Sahril alias Sari (41) ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya yang terletak di Dusun Karomana, Desa Salulekbo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat, pada Minggu siang, 13 Juli 2025.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya, Darwan sekitar pukul 13.40 Wita. Saat ditemukan, korban tergeletak di bawah pohon sawit dengan pakaian bagian atas terbuka sebelah dan dalam kondisi tidak merespons.
Kapolsek Topoyo IPTU Kasmuddin Patma menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Darwan, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, ia bersama korban berangkat ke kebun sawit milik korban. Sesampainya di lokasi, korban memilih memanen di bagian atas bukit, sementara Darwan berada di pertengahan.
“Mereka sama-sama ke kebun pagi itu. Tapi korban memilih memanen di bagian atas bukit, sementara Darman di tengah,” ujar Kasmuddin kepala laman ini, Senin 14 Juli 2025.
Sekitar pukul 11.30 Wita, Darwan sempat mengajak korban beristirahat. Namun ajakan tersebut ditolak. Korban justru mengatakan akan beristirahat di atas bukit. Hingga waktu salat Dzuhur tiba, korban tidak juga terlihat turun. Panggilan Darwan pun tak mendapat respons.
“Merasa curiga, Darwan kemudian menyusul ke atas bukit dan mendapati korban sudah tidak sadarkan diri. Ia segera mencari bantuan warga untuk mengevakuasi tubuh korban ke rumahnya,” tambahnya
Polisi yang menerima laporan langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
“Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit,” jelas Iptu Kasmuddin.
Berdasarkan keterangan dari istrinya, Hermiati, korban selama ini sering mengeluhkan nyeri di bagian dada.
“Korban sering mengeluh nyeri di dada. Setelah kami berkoordinasi, pihak keluarga menolak autopsi dan memilih membawa jenazah ke Kabupaten Sidrap untuk dimakamkan,” ujar Kasmuddin.
Pihak kepolisian turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum ada bukti medis.
“Kami imbau warga untuk tetap tenang dan tidak membuat asumsi yang menyesatkan,” tutupnya.***










Komentar