oleh

Limbah PT. PSL Kembali Mencemari Sungai Induk Balanti. Riono: Pemerintah Dan Perusahaan Diduga Kerjasama

-Pasangkayu-1.680 views

LAPISNEWS.COM, PASANGKAYU – Kembali beredar di media sosial (Medsos) akun facebook Milik Riono Riono salah seorang warga Kecamatan Baras, kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperlihatkan sungai Induk Dusun Balanti diduga kembali tercemari oleh limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pada Selasa (09/04/2025).

Dalam video tersebut, ia mengatakan Bahwa limbah tersebut berasal dari perusahaan PT Palma Sumber Lestari (PSL).

Diketahui, hal tersebut bukan hanya sekali dua kali terjadi. Bahkan sering terjadi namun sampai saat ini pihak Perusahaan Tersebut masih terbilang santai tanpa memikirkan masyarakat setempat yang terdampak limbah tersebut.

Dengan keseringan terjadinya hal seperti ini, Riono pun menganggap Pemerintah setempat ada kerjaan sama dengan perusahaan PT. Palma Sumber Lestari.

“Pemerintah kita, membiarkan PKS ini melakukan pencemaran, Berarti pemerintah kita, dan perusahaan ini bekerja sama” Ucap Riono.

Sementara itu, allun Putra dalam komentarnya ia mempertanyakan kebijakan pemerintah setempat dalam hal tersebut. “Kasian masyarakat desa kasano selalu dikencingi oleh limbah-limbah dri PT pabrik Palma. pemerinta stempat mana kebijakan mu untuk masyarakat mu” Ucap allun.

Patut juga menjadi dugaan, bahwasanya Pihak Terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten/Provinsi dan Gakkum acuh tak acuh terhadap Hal tersebut bahkan bisa di anggap mereka Tutup mata dan telinga.

Salah seorang warga juga mengatakan bahwa management PT Palma tidak pernah memikirkan dampak terhadap limbah yang sering di buang ke sungai tersebut dan juga Tanpa memikirkan masyarakat setempat.

“Kami keluarga nelayan pesisir pantai desa kasano ini parkir perahu pancing dan jaring pukat, karena sudah susah dapat ikan di wilayah sungai Majene desa kasano ini” Ujarnya.

“Kalau begini Terus, kami khawatir ekosistem di sungai terutama ikan dan sejenisnya bisa punah. Khawatir juga, air ini tidak bisa kami gunakan lagi”Tambahnya.

Dengan kondisi yang sudah berulang kali terjadi, tentu warga merasa tidak berani lagi menggunakan air sungai tersebut.

Oleh sebab itu, masalah ini harus segera menjadi Perhatian Pemerintah, mulai dari desa, Kabupaten, Provinsi hingga Pusat agar ada tindakan tegas terhadap perubahan tersebut.

“Kami juga pengen hidup tenang, tidak takut menggunakan air ini untuk keperluan kami dan kami juga berharap agar pemerintah jangan tutup mata dalam hal ini. Rakyat mu menderita saat ini” pungkasnya.

Saat dilakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan ia mengatakan belum mengetahui hal tersebut.

“Saya belum copy terkait masalah ini, saya coba pastikan ke lokasi” Ujar Ogi Situmorang, Rabu (09/04/2025).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed