LAPISNEWS.COM, Mamuju tengah – Di sebuah rumah kecil berdinding kayu lapuk dan beratapkan daun rumbia di Dusun Mes Desa Babana Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar) hidup seorang pria bernama Asmir (26) bersama istri dan dua anaknya yang masih balita.
Hidup mereka jauh dari kata layak. Saat hujan turun, air dengan mudah menembus atap rumah mereka, membuat malam terasa semakin panjang dalam dingin dan kegelapan.
Empat tahun Silam, Asmir adalah seorang buruh bangunan yang bekerja keras demi menghidupi keluarganya. Namun, musibah mengubah segalanya.
Sengatan listrik saat bekerja merenggut kemampuan Asmir untuk berdiri dan mencari nafkah. Kini, ia hanya bisa duduk tak berdaya, bergantung pada belas kasih tetangga untuk sekadar makan sehari-hari.
“Dulu saya bisa kerja untuk keluarga, tapi sekarang saya hanya bisa melihat istri yang banting tulang. Saya ingin bekerja lagi, tapi kondisi ini membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa berharap ada yang membantu keluarga kami,” ujar Asmir dengan suara lirih, menahan kesedihan yang mendalam, Senin 17 Maret 2025.
Di tengah keterpurukan, sang istri tak punya pilihan selain bekerja serabutan. Setiap hari, ia berjalan menyusuri desa, mengumpulkan buah kelapa untuk dijual dengan harapan bisa membawa pulang sedikit uang agar anak-anak mereka tidak kelaparan. Namun, pendapatan yang didapatnya sering kali tak cukup, sementara kebutuhan terus menghimpit.
Kepala Dusun Mes, Rahmat yang turut prihatin dengan kondisi keluarga Asmir, mengatakan, pihaknya sedang berupaya mencari bantuan agar keluarga ini bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
“Kami sudah mencoba mengajukan bantuan agar Asmir dan keluarganya bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah atau para dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu,” ujar Rahmat dengan penuh harapan
Kisah perjuangan keluarga Asmir adalah potret kemiskinan yang masih nyata di tengah kita. Mereka butuh uluran tangan, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari siapa pun yang peduli.
Semoga ada secercah harapan untuk mereka, agar kehidupan yang lebih baik bukan hanya menjadi impian semata.(ABS)











Komentar