LAPISNEWS.COM, PASANGKAYU – Beredar di media sosial (Medsos) akun facebook Milik Riono Riono salah seorang warga Kecamatan Baras, kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperlihatkan sungai yang berada di dekat lokasi perkebunan Miliknya Diduga tercemar limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pada Kamis (20/03/2025).
Dalam video tersebut, ia mengatakan Bahwa limbah tersebut berasal dari perusahaan PT Palma Sumber Lestari (PSL).
Menanggapi Hal tersebut, Beberapa Netizen ikut berkomentar, salah satunya akun Milik Samsir Ali, ia mengatakan, “Semakin lama semakin parah ini perusahaan semaunya buang limbahnya, tidak Fikir Dampaknya” Ucapnya.
Diketahui, hal tersebut bukan hanya sekali dua kali terjadi. Bahkan sering terjadi namun sampai saat ini pihak Perusahaan Tersebut masih terbilang santai tanpa ada rasa cemas sedikitpun.
Patut menjadi dugaan, bahwanya Pihak-pihak Terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten/Provinsi dan Gakkum acuh tak acuh terhadap Hal tersebut bahkan bisa di anggap mereka Tutup mata dan telinga.
Salah seorang warga sekitar yang tak ingin disebutkan namanya Itu ia mengatakan saat limbah mengalir, warna sungai Induk Dusun Balanti berubah menjadi kehitaman dan banyak hewan air seperti Ikan, Kepiting, hingga Siput yang mati.
“Kalau ini terus terjadi, kami khawatir ekosistem di sungai terutama ikan dan sejenisnya bisa punah. Khawatir juga, air ini tidak bisa kami gunakan lagi, sementara sekarang masih banyak warga yang memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” Ujarnya.
Sementara, dampak yang dirasakan oleh warga sekitar. Air tersebut tidak bisa di digunakan, padahal Sungai tersebut sering dipakai oleh warga untuk aktifitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci dll.
Dengan kondisi yang sudah berulang kali terjadi, tentu warga merasa tak nyaman. Mau tidak mau menggunakan sungai untuk kebutuhan.
Sampai sekarang memang kita masih manfaatkan sungai ini untuk kebutuhan Sehari-hari. Cuman sekarang, dengan kondisi yang sering kayak gini ya kami takut-takut juga,” katanya.
Sebab itu Ia berharap masalah ini segera menjadi Perhatian Pemerintah, mulai dari desa, Kabupaten, Provinsi hingga Pusat agar kejadian serupa tidak berulang terus-menerus.
“Kami juga pengen hidup tenang, tidak takut menggunakan air ini untuk keperluan kami,” pungkasnya.
Belum ada yang dapat dikonfirmasi akibat pencemaran air sungai hingga berita ini dilayangkan ke meja redaksi.











Komentar