Oleh : Sekretaris Umum Lembaga Dakwah Darul As’adiyah Provinsi Sulawesi Barat.
LAPISNEWS.COM, Mamuju – Peristiwa besar yang dialami Nabi Muhammad SAW di bulan Rajab ini adalah Isra Miraj. Bagi umat muslim, hal itu wajib untuk mengenangnya dan mengamalkan pelajarannya. Dalam Al quran dijelaskan bahwa Isra Miraj adalah perjalanan Nabi bersama malaikat Jibril dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa dan perjalanan melewati 7 lapisan langit hingga akhirnya sampai di Arsy Allah SWT.
Dalam peristiwa tersebut banyak sekali nilai-nilai yang bisa dijadikan hikmah dan pelajaran bagi umat muslim khususnya. Salah satu yang paling pokok ibadah sholat bagi umat muslim. Proses yang cukup panjang hingga akhirnya kewajiban sholat umat muslim yang tadinya 50 kali menjadi 5 kali. Pelaksanaan ibadah itupun telah diatur sesuai batas-batas waktu tertentu.
Perjalananan Nabi dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa bisa dianalogikan sebagai garis datar. Bisa diartikan sebagai hubungan manusia dengan manusia. Hubungan tersebut sangatlah penting bagi kehidupan seorang umat muslim agar bisa survive dalam menjalani kehidupan di dunia. Dari hasil hubungan tersebut umat dapat memperoleh manfaat duniawi seperti mencukupi kehidupan hidup, berbagi empati dan kasih sayang, belajar dan tolong menolong. Mengapa hubungan antar sesama manusia menjadi sangat krusial? Karena hubungan tersebut memang lebih rumit bila dibandingkan dengan amal ibadah langsung antara umat islam dengan Allah SWT.
Miraj sendiri adalah perjalanan Nabi dari masjidil Aqsa ke atas langit hingga menghadap Allah SWT. Perjalan tersebut mengandung banyak nilai pendidikan yang bisa diambil, namun akan difokuskan pada hubungan seorang hamba kepada Tuhannya saja. Sholat adalah ibadah yang diwajibkan Allah sebagai bentuk penghambaan manusia terhadap-Nya. Ketika menjalani Isra Miraj itu senidiri, Nabi Muhammad masih dalam suasana duka karena istrinya Siti Khadijah meninggal dunia dan sang paman yang sangat disayanginya meninggal masih dalam keadaan non muslim.
Sholat yang di wajibkan oleh Allah SWT pada umat manusia adalah menyediakan sebuah jalan bagi umat islam ketika mengalami kesulitan, resah, gundah dan rejeki seret untuk beribadah. Dengan sholat tersebut umat islam dapat mendapatkan solusi, dalam bentuk apa misalnya tentu Allah yang menentukan.
Bila dikaitkan dengan dunia pendidikan sekarang, ilmu sosial pendidikan karakter dan ilmu keagamaan yang terkadung dalam peristiwa Isra Miraj tersebut merupakan hal penting yang harus diajarkan ke peserta didik. Baik itu di dalam lembaga sekolah maupun dalam lingkungan keluarga.
Harapannya agar tenaga pendidik dapat menerpakan praktek sosial maupun keagamaan dan tidak hanya teori saja yang ditekankan. Karena dari praktek tersebut, siswa dapat dikenali bagaimana watak pribadinya seperti apa dari apa yang mereka lakukan. Dengan begitu untuk mencari solusi masalah siswa dapat terpetakan. (*/Syam)







Komentar