oleh

Menelusuri Kekayaan Flora Sulawesi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan UPT Kebun Raya Pucak Eksplorasi Tanaman di Kabupaten Bone

-Ekonomi-235 views

LAPISNEWS.COM,-Bone, 2 Oktober 2026 – Kekayaan flora Sulawesi kembali menjadi perhatian melalui kegiatan Eksplorasi dan Konservasi Flora Sulawesi yang dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin bersama UPT Kebun Raya Pucak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 8–9 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hutan Pertamina Hasanuddin, salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Eksplorasi dilakukan untuk mengenali potensi flora yang ada di Sulawesi, mendokumentasikan keberadaannya, serta mengidentifikasi jenis tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari koleksi di Kebun Raya Pucak.

Sebelum melakukan eksplorasi, lima perwakilan Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin bersama sebelas perwakilan UPT Kebun Raya Pucak terlebih dahulu melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Cenrana. Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kawasan serta menentukan lokasi yang sesuai untuk eksplorasi flora. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan dilaksanakan secara terarah dengan tetap memperhatikan aspek konservasi, kondisi habitat, serta ketentuan pengelolaan kawasan hutan. Sinergi dengan KPH Cenrana turut memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam mendukung kegiatan konservasi.

Selama kegiatan, tim melakukan penelusuran dan pengamatan langsung terhadap flora di sekitar permukiman penduduk dan lahan terbuka hijau. Pendampingan dari personel UPT Kebun Raya Pucak dilakukan untuk memastikan proses eksplorasi dan pengelolaan material tanaman tetap memperhatikan prinsip-prinsip konservasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi merupakan langkah nyata untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat kolaborasi dengan lembaga konservasi dan pengelola kawasan hutan.

“Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, kami ingin turut menjaga kekayaan flora lokal agar dapat terus dipelajari, dikonservasi, dan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Kolaborasi dengan UPT Kebun Raya Pucak dan KPH Cenrana menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan konservasi berjalan dengan memperhatikan kondisi habitat dan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan,” ujar Lilik.

Lilik menambahkan, program ini juga sejalan dengan kontribusi Pertamina terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui dukungan terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan pengembangan koleksi flora lokal. Kegiatan ini turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara dunia usaha, lembaga konservasi, dan pengelola kawasan hutan. Sementara itu, pengembangan Kebun Raya Pucak sebagai ruang pembelajaran mengenai tumbuhan lokal juga memiliki keterkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas kesempatan edukasi lingkungan bagi masyarakat.

“Upaya menjaga keanekaragaman hayati membutuhkan kerja sama berbagai pihak dan kesinambungan program. Kami berharap eksplorasi flora di Bone ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan variasi koleksi tanaman di Kebun Raya Pucak, sekaligus mendukung peningkatan indeks keanekaragaman hayati,” lanjutnya.

Dari tiga titik lokasi eksplorasi, tim berhasil memperoleh enam jenis flora, yaitu Clitoria ternatea (Fabaceae) atau bunga telang; Artocarpus elasticus (Moraceae) atau tarro’; Artocarpus altilis (Moraceae) atau baka’ (sukun); Premna serratifolia (Lamiaceae) atau buas-buas; Aegle marmelos (Rutaceae) atau maja; serta Aleurites moluccanus (Euphorbiaceae) atau kemiri.

Tanaman tersebut dibawa ke UPT Kebun Raya Pucak untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu dan selanjutnya menjadi bagian dari proses pengembangan koleksi tanaman. Tanaman yang memenuhi kriteria dan ketentuan konservasi akan diarahkan untuk dikembangkan dan dipelihara sebagai tanaman koleksi maupun nonkoleksi.

Kepala UPT Kebun Raya Pucak, Thamrin, menyampaikan bahwa hasil eksplorasi merupakan salah satu tahapan penting dalam mendukung fungsi kebun raya sebagai lembaga konservasi tumbuhan secara ex-situ. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin bersama Pertamina.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina karena kegiatan eksplorasi singkat ini membangun sinergi dalam menjaga dan menggali potensi flora untuk kemudian dikembangkan di Kebun Raya Pucak. Harapan kami, ke depannya program Hutan Pertamina Hasanuddin ini berhasil mengonservasi lebih banyak tanaman koleksi dan nonkoleksi,” ungkap Thamrin.

Lebih dari sekadar menambah jumlah tanaman, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran Kebun Raya Pucak sebagai pusat konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata berbasis keanekaragaman hayati. Penambahan koleksi flora Sulawesi juga menjadi upaya untuk menghadirkan ruang pembelajaran mengenai kekayaan tumbuhan lokal kepada masyarakat.

Kolaborasi Pertamina, UPT Kebun Raya Pucak, dan KPH Cenrana menunjukkan bahwa upaya menjaga keanekaragaman hayati dapat dilakukan melalui langkah konkret di lapangan. Dari proses koordinasi, eksplorasi, hingga konservasi di kawasan kebun raya, setiap tahapan menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan flora Sulawesi agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Melalui program Hutan Pertamina Hasanuddin, PT Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusi dalam perlindungan lingkungan, khususnya melalui program konservasi keanekaragaman hayati di Kebun Raya Pucak.

Media Contact:
Lilik Hardiyanto
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed