LAPISNEWS.COM,-Manado – Kunjungan spesifik Komisi IV DPR RI ke Anoa Breeding Centre (Anoa Center) di Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (9/10/2026), menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung upaya pelestarian anoa sebagai satwa endemik kebanggaan Sulawesi.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Ambo Djiwa, menegaskan bahwa pelestarian anoa merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian serius pemerintah, lembaga konservasi, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Agus Ambo Djiwa, anoa bukan sekadar satwa endemik yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi, tetapi juga bagian dari kekayaan alam Indonesia yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Karena itu, upaya menjaga keberlangsungan hidup anoa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kebijakan yang berpihak pada perlindungan satwa liar dan kelestarian ekosistem. Jangan sampai satwa yang menjadi kebanggaan Sulawesi ini semakin terancam akibat kerusakan habitat dan aktivitas manusia yang tidak terkendali,” kata Ketua DPD PDIP Sulbar ini.
Ia menilai, keberadaan Anoa Breeding Centre memiliki peran strategis dalam mendukung pelestarian anoa melalui program penangkaran, penelitian, pemantauan kesehatan satwa, serta pengembangan pengetahuan mengenai perilaku dan kebutuhan hidup anoa.
Upaya tersebut perlu terus diperkuat dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, fasilitas konservasi yang memadai, serta anggaran yang berkelanjutan. Dengan demikian, program pelestarian tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan hasil nyata bagi peningkatan populasi dan keberlangsungan hidup anoa.
Agus juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, akademisi, dan masyarakat dalam melindungi habitat alami anoa.
Konservasi tidak dapat hanya mengandalkan penangkaran, tetapi harus diimbangi dengan perlindungan hutan sebagai tempat hidup alami satwa tersebut.
“Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem juga perlu ditingkatkan agar tumbuh kesadaran bersama untuk mencegah perburuan liar, kerusakan habitat, dan berbagai aktivitas yang dapat mengancam kelestarian satwa endemik,” jelas mantan Bupati Pasangkayu dua periode ini.
Melalui kunjungan ini, Agus Ambo Djiwa berharap, berbagai upaya konservasi anoa dapat terus dikembangkan dan mendapat dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan.
Komisi IV DPR RI, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong kebijakan yang mendukung perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.
Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian anoa merupakan bagian dari komitmen merawat kekayaan alam bangsa, sehingga generasi mendatang tetap dapat mengenal, menyaksikan, dan membanggakan anoa sebagai salah satu satwa khas Sulawesi yang harus dijaga dari ancaman kepunahan.











Komentar