LAPISNEWS.COM,-Jakarta – Komisi IV DPR RI menerima aspirasi dari peternak ayam petelur melalui Pinsar PPN dan peternak sapi perah dari berbagai daerah di Indonesia, terkait tekanan biaya produksi dan masalah distribusi.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, bersama sejumlah anggota Komisi IV turun langsung menerima aspirasi para peternak di depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2026).
Setelah pertemuan di depan gedung DPR RI, aspirasi para peternak kemudian dibahas melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama perwakilan massa aksi di ruangan Komisi IV.
Poin utama aspirasi peternak, di antaranya harga pakan ternak naik tinggi karena pasokan jagung terbatas, padahal pemerintah sebelumnya menyatakan telah swasembada jagung.
Harga telur di tingkat peternak turun sementara biaya pakan terus melonjak, membuat usaha peternakan rakyat tertekan.
Para peternak berharap adanya dukungan ekosistem bagi peternak sapi perah dan koperasi susu rakyat.
Selain itu, kebijakan impor DOC dikhawatirkan mengancam peternak lokal di tengah kondisi pasar yang mengalami overstock.
Anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP dan Dapil Sulbar, Agus Ambo Djiwa, yang turut menerima aspirasi para peternak menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi peternak agar dapat menjadi bagian dari kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
“Komisi IV juga mengusulkan pembentukan lembaga khusus pakan ternak. Kami mendorong pemerintah memperkuat program penyerapan telur agar hasil produksi peternak tidak terbuang dan mendapat kepastian pasar,” kata Agus.
Ia menambahkan, nantinya bersama Kementerian Pertanian mendorong penguatan populasi sapi perah, ketersediaan pakan, kesehatan hewan, pembiayaan, serta kepastian penyerapan susu rakyat.
“Kami juga mendesak pemerintah mengevaluasi dan membenahi tata kelola impor tersebut agar tidak merugikan peternak dalam negeri,” ujar Ketua DPD PDIP Sulbar ini.
Secara umum, kata Agus, Komisi IV akan mencari langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memperkuat perlindungan bagi peternak rakyat.











Komentar