LAPISNEWS.COM,-Jakarta – Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat akan menampilkan Tradisi Mappatamma pada Pawai Budaya Nusantara yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 17 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pesta Rakyat Kemerdekaan Indonesia 2026 yang mengusung tema “Semarak Jiwa Nusantara”, sebagai wujud semangat gotong royong, kebinekaan, dan pelestarian budaya bangsa.
Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat memilih Tradisi Mappatamma sebagai representasi budaya Sulawesi Barat dalam ajang nasional tersebut. Mappatamma atau Mappatamma’ merupakan tradisi masyarakat Mandar berupa upacara syukuran sekaligus wisuda khatam Al-Qur’an bagi anak-anak yang telah menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, penghormatan terhadap ilmu dan guru mengaji, serta harapan agar generasi muda senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Dalam pelaksanaannya, Tradisi Mappatamma umumnya dirangkaikan dengan Sayyang Pattu’duq atau kuda menari, yakni prosesi mengarak anak-anak yang telah khatam Al-Qur’an berkeliling kampung menggunakan kuda berhias lengkap dengan iringan musik tradisional, pembacaan syair Mandar, dan antusiasme masyarakat. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Mandar yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai bentuk perpaduan nilai keagamaan, adat istiadat, dan kebersamaan.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan identitas masyarakat Sulawesi Barat. Menurutnya, budaya daerah tidak hanya harus dijaga sebagai warisan leluhur, tetapi juga terus diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia sebagai kekayaan bangsa yang menjadi kebanggaan bersama.
Keikutsertaan Sulawesi Barat dalam Pawai Budaya Nusantara juga sejalan dengan semangat Panca Daya Sulbar, yang menjadi arah pembangunan Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Melalui lima pilar utama, yaitu penguatan ekonomi inklusif, pengentasan kemiskinan, pembangunan sumber daya manusia unggul, peningkatan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, penguatan identitas daerah, serta promosi potensi budaya sebagai aset pembangunan.
Pawai Budaya Nusantara merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di TMII. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Anjungan Daerah, Museum, dan Mitra TMII yang menampilkan arak-arakan budaya, pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, serta atraksi khas Nusantara yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah.
Selain menjadi ajang menampilkan kekayaan budaya Nusantara, kegiatan ini bertujuan menjadi wadah partisipasi aktif dalam pelestarian budaya, memperkuat semangat kebangsaan, mempromosikan seni, tradisi, dan kearifan lokal kepada masyarakat luas, serta meningkatkan daya tarik wisata budaya di Taman Mini Indonesia Indah.
Melalui penampilan Tradisi Mappatamma pada Pawai Budaya Nusantara 2026, Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat berharap masyarakat Indonesia semakin mengenal kekayaan budaya Mandar yang sarat dengan nilai religius, pendidikan, dan kebersamaan. Keikutsertaan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat promosi budaya Sulawesi Barat di tingkat nasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Panca Daya Sulbar, yaitu membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal.











Komentar