TIM DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KALTARA ADAKAN PENYULUHAN DITAMBAK AGRO WISATA PULAU TIGA.
LAPISNEWS.COM, Tarakan Kaltara – Tambak agro wisata yang merupakan obyek ekowisata di pulau tiga ini dikelola dengan sistem ramah lingkungan.
Tim dari Dinas kelautan dan perikanan diterima langsung oleh pengelola Andika Montonglayuk alias SN Montonglayuk SH,MH dan juga seratus sebagai kuasa hukum dari usaha ini.
Menurut SN Montonglayuk tambak ini dikelola dengan menggunakan pupuk organik, juga menggunakan pemurnian air atau smelter agar tidak terjadi pencemaran lingkungan atau polusi air, sehingga air yang dialirkan kembali kelaut dan lahan sekitarnya tidak mencemari lingkungan hidup.
Untuk menjadikan Tambak ini menjadi semacam agroporety maka kami menanamkan dengan berbagai pohon dan tanaman seperti Mangrov, pohon bambu, kelapa pandan wangi, hortikultura, nanas, pisang dll.
Kami sangat bersyukur atas kehadiran tim dari Kelautan dan Perikanan Kaltara mengadakan penyuluhan di empang kami semoga membawa dampak signifikan peningkatan usaha kami ini.
Kemudian tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara memberikan materi penyuluhan kepada pekerja Tambak Pulau Tiga tentang PETUNJUK TEKNIS TAMBAK BUDIDAYA UDANG WINDU ( Penaeus Monodon )
antara lain :
1.Tahap persiapan dan pemasangan lahan:
a. Perbaikan pintu air, perbaikan pematang dari bocoran, pembersihan rumput dan tanaman liar.
b. Pengeringan 10 – 14 hari ( tergantung cuaca ) pengecekan dan pengukuran pH air dan tanah minimal 4 titik.
c. pencucian tahap 1 ( kapur aktif/tohor = 100 kg /ha.
d. kapur aktif /dolomit dosis 100 kg / ha.
e. pemupukan dasar tanah dapat menggunakan pupuk dan organik urea, sp 36 dosis 20 – 50 kg/ha.
2 . Tahap pengisian air penambahan pakai alami :
a. pemasukan air dari laut /payah minimal salinitas 20 ppm saat air pasang kepetak pembibitan / tandanya air minimal setinggi 50 cm dari pelajaran.
b. pemberantasan ikan liar dengan saponin ( racun ikan )
c. pembuatan persentase bekatul sebagai penambahan pakan alami
d. disarankan pemberian probiotik organik minimal 2x sebelum penyebaran benih udang windu.
3. Tahap penyebaran benih udang windu:
a. sarankan menggunakan benih udang windu ( PL atau glondongan ) yang secara visual ukurannya seragam.
b. usahakan beda salinitas air tambak dan sumber benih tidak lebih dari 10 ppt.
c. diusahakan disatukan penyebaran benih udang windu ditebar dipetak pembibitan.
4. Tahap pemeliharaan:
a. menejemen kualitas air harian,dilakukan pencatatan setiap pengukuran.
b. pH 7,5-8,5,slinitas 10 – 25 pptoksigen terlarut ( DO ) > 3 ppm.
c. menejemen pakan ;
– pertumbuhan gangang dengan cara membuatkan ruang gerak udang 60% dan ruang gerak gangguan 40%.
-upaya lain untuk mengurangi gangguan dengan menyebarkan Bandeng ukuran 2 ibu jari kepatek budidaya udang windu dengan kepadatan 0,25 ekor/m2.
5. Tahap penen :
a. panen bertahap / seleksi dan panen total, serta saat udang tidak molting
b. mengunakan alat dan bahan yang tidak merusak kwalitas udang. Tutup Diah Nur Mulida,S Pi, salah satu anggota tim.
( Gerzon M S.Th )











Komentar