LAPISNEWS.COM,-Parepare — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid mempresentasikan langsung Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang dilakukan Pemerintah Kota Parepare dalam hal ini Tim Percepatan Penurunan Stunting di hadapan tim penilai secara virtual, Rabu, (28/5/2025).
Parepare pun mendapat apresiasi dari Tim Penilai Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota (Lokus 2024) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.
Presentasi Wali Kota Tasming Hamid dinilai komprehensif dan sistematis terutama dengan ada beberapa inovasi yang dilakukan Parepare. Meski ada catatan yang belum capai target, namun oleh tim penilai disarankan lakukan langkah strategis, perbaiki untuk pencapaian target ke depan.
Yang positif dari catatan tim penilai adalah keberhasilan Parepare menurunkan angka prevalensi stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, angka prevalensi stunting di Parepare turun dari 26,7 berdasarkan data SKI 2023 menjadi 26,1 data SSGI 2024.
Turut mendampingi Wali Kota saat presentasi, Sekda Parepare Muh Husni Syam dan Plh Kepala Dinas Kesehatan Parepare A Ardian Asyraq.
Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto turut mengikuti presentasi secara virtual dari Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare. Turut hadir di ruang pola, Ketua I TP PKK Parepare Hj Sri Tanty Mariani Nasrah, Sekretaris PKK Ananda Febriani G beserta jajarannya.
Kemudian jajaran SKPD, hadir Asisten I Dede Harirustaman, Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Amarun Agung Hamka, Kepala Dinas Pendidikan HM Makmur, Kepala Dinas Dukcapil Suriani, Kepala Dinas PPPA Jumadi M, Camat dan Lurah, Kepala Puskesmas, kader Posyandu, para inovator, pejabat dan stakeholder terkait.
Dalam pemaparannya, Wali Kota Tasming Hamid menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan prevalensi stunting di Parepare.
Dia mengemukakan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan DPPKB semata, tetapi juga harus melibatkan peran aktif dari seluruh perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta peran penting dari kader-kader kesehatan di lapangan.
“Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi. Maka penting bagi kita semua untuk bergerak bersama, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program,” ujar Tasming.
Mantan Pimpinan DPRD Parepare itu juga menyoroti sejumlah intervensi spesifik dan sensitif yang telah dilakukan Pemerintah Kota Parepare, di antaranya peningkatan akses gizi untuk ibu hamil dan balita, pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta penguatan layanan kesehatan primer dan Posyandu.
Selain itu, program penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola asuh dan gizi seimbang juga harus terus digalakkan.
“Tujuan utama kita adalah menyiapkan generasi masa depan Parepare yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dan untuk itu, pencegahan stunting sejak dini adalah langkah strategis yang harus kita prioritaskan,” tegas Tasming.











Komentar