oleh

Serap Aspirasi Warga, Anggota DPRD Mateng Sosialisasikan 14 Program 100 Hari Kerja Bupati-Wabup

LAPISNEWS.COM,-Mateng – Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) dari Fraksi PKB Muh. Rizal, menggelar kegiatan hearing dialog bersama masyarakat di Dusun Patallasang, Desa Salumanurung, Kecamatan Budong-Budong, Selasa (22/4/2025).

Dalam suasana yang hangat, Muh. Rizal menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus mensosialisasikan 14 program kerja 100 hari Bupati Arsal Aras dan Wakil Bupati Askary Anwar.

Sejumlah persoalan yang disampaikan warga menjadi perhatian utama dalam dialog tersebut, khususnya menyangkut kondisi infrastruktur jalan desa dan tantangan di sektor pertanian. Jalan utama yang belum diaspal serta keterbatasan sarana pendukung pertanian menjadi sorotan warga.

“Kami berharap jalan desa ini bisa diperbaiki agar hasil tani kami lebih mudah dibawa ke pasar. Selain itu, petani juga butuh ketersediaan pupuk dan alat pertanian,” ungkap Anto salah satu warga setempat.

Menanggapi hal itu, Muh. Rizal menjelaskan, keterbatasan anggaran akibat efisiensi dari pemerintah pusat menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan sejumlah program prioritas daerah. Ia mengungkapkan bahwa beberapa program pembangunan infrastruktur jalan yang seharusnya direalisasikan tahun ini, termasuk pembangunan jalan di Salumanurung terpaksa ditunda karena anggarannya dipangkas langsung oleh pemerintah pusat.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan. Namun melalui program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati, pemerintah daerah berupaya menjawab kebutuhan mendesak masyarakat,” ujarnya.

Ia memaparkan, 14 program strategis tersebut mencakup beasiswa kuAAT untuk pelajar, peningkatan status jalan penghubung kabupaten dan desa, hingga pembentukan kampung budidaya perikanan. Menurutnya, program ini bukan sekadar janji politik, tetapi peta jalan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan merata di Mateng.

Program lainnya meliputi penataan kawasan kota dan alun-alun, pembentukan Mall Pelayanan Publik, sistem Parkir Elektronik, serta kolaborasi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan ekstrem, anak tidak sekolah (ATS), stunting, dan pernikahan usia anak.

Rizal menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam setiap proses pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan pengalokasian anggaran,” pungkasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed