oleh

Pasi Ter Kodim 1427/Pasangkayu, Hadiri Seminar Kebangsaan Yang di Buat Komisariat HMI Dan Ikatan Santri Pasangkayu

LAPISNEWS.COM, PASANGKAYU – Pasi Teritorial (Pasiter) kapten Inf Ismail Hadiri kegiatan Seminar Kebangsaan yang di buat oleh komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pasangkayu dan Ikatan Santri Pasangkayu dengan tema “Penguatan Pemahaman Ideologi Pancasila” dan dihadiri sekitar 120 tamu undangan.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula hotel Multazam jl. Moh. Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), (22/02/2025).

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Abd Lathief Syukriel, Q.H., M.A (Pimpinan Pondok Pesantren Syanawa Pasangkayu/Pemateri), Muh. Dasri, S.Pd., M.A.P (Anggota DPRD Pasangkayu/Pemateri), Serda La Ode Deri (Mewakili Pos TNI AL Pasangkayu), Suparman (Plt. Ketua HMI Komisariat Pasangkayu), Zoel Fitrah Anwar (Ketua STAI DDI Pasangkayu/Ketua Panitia), Para Siswa Sekolah Menengah, Santri Pondok Pesantren dan Perwakilan OKP Pasangkayu.

Dalam kegiatan tersebut, Zoel Fitrah Anwar Ketua STAI DDI Pasangkayu dan juga selaku ketua panitia ia mengatakan, Bahwa sejarah mengukir bahwa para santri dan ulama berperan penting dalam mempertahankan dasar negara Republik Indonesia.

“Oleh karena itu, dibutuhkan kebangkitan jiwa Nasionalisme sebagaimana yang diperjuangkan generasi terdahulu agar paham-paham menyimpan dapat ditepis karena Pesantren dapat menjadi sumber lahirnya pemahaman radikal sehingga dibutuhkan penguatan ideologi Pancasila agar cita-cita pelajar dan santri sebagai Tentara, Polisi dan Pemimpin dan terwujud” Ujar Zoel.

Sementara itu Suparman PLT. Ketua Komisariat HMI pasangkayu ia mengatakan, Pemahaman ideologi Pancasila penting pada semua kalangan utamanya generasi muda karena 5 sampai dengan 10 tahun kedepan generasi muda yang akan memimpin Kabupaten Pasangkayu karena setiap masa ada Pemimpin dan setiap pemimpin ada masanya. Kegiatan ini penting agar melahirkan generasi yang meronrong ideologi transnasional dengan penguatan ideologi yang akan memberikan arah jelas bagi kehidupan.

“Harapannya adalah jika meninggal tempat ini nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan di lingkungan para Santri dan Pelajar” Ucap Suparman.

Menurut kapten Inf Ismail, Generasi mudah mempunyai peranan penting dengan menolak Hoaks, menjaga budaya lokal karena budaya lokal sudah banyak yang hilang dan tergerus oleh modernisasi. Tantangan kedepan semakin nyata untuk memecah belah masyarakat sehingga santri dan pelajar bertanggungjawab untuk mengetahui ideologi Pancasila karena didalamnya telah mencakup semua aspek kehidupan.

Pancasila mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara serta menjadi pegangan utama bangsa Indonesia agar tidak tergerus budaya asing. Jika Handphone digunakan dengan bijak akan membawa dampak positif dan jika tidak digunakan dengan bijak maka akan menghancurkan Masyarakat, Bangsa dan Negara.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemuda saat ini banyak yang apatis sehingga dibutuhkan pemahaman bagi generasi muda dengan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat semangat Kebangsaan, rasa cinta tanah air dan identitas Nasional. Jika hal tersebut dimanfaatkan maka negara akan menjadi salah satu negara terhebat di dunia.

“Kodim 1427/Pasangkayu mengharapkan generasi muda dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Perlu diingat tugas generasi muda saat ini memiliki tantangan besar yang menjadi harapan penerus kepemimpinan di Kabupaten Pasangkayu” Ujar PasiTer.

Sementara itu, Muh. Dasri, S.Pd., M.A.P anggota DPRD kabupaten Pasangkayu ia mengatakan, Kondisi saat ini generasi dijajah oleh Gadget sehingga generasi muda memerlukan penguatan ideologi Pancasilan agar menjadi langkah awal untuk menjadi penerus di Kab. Pasangkayu untuk menjadi generasi emas 2025.

“Sebagai Anggota DPRD siap berkontribusi dalam kegiatan positif, mari memberikan contoh terbaik untuk masyarakat Pasangkayu karena terdapat banyak Santri dan Pelajar yang tidak mencontohkan perilaku yang tidak sebagaimana mestinya”Ujar Dasri

Dasri juga menyebut bahwa Pancasila adalah identitas dan jati diri Bangsa Indonesia serta sebagai pemersatu bangsa.

“Jika Pancasila tidak ada maka kemungkinan Negara bagian akan terbentuk. Selain itu, nilai-nilai juga menjadi pedoman dalam bertindak untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga sebagai landasan berpolitik” Ucapnya.

Lebih lanjut – Terkait revisi RUU TNI perlu pemahaman karena RUU dapat menjadi hal positif di masyarakat. Contohnya Pertamina Pasangkayu terjadi pelanggaran tetapi tidak ditindaki. Perlu diketahui Pancasila sebagai dasar untuk membuat aturan bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari yaitu pada sila pertama yaitu mendepankan toleransi, sila kedua yaitu menolong sesama tanpa membeda-bedakan, sila ketiga yaitu cinta tanah tanah air dan menghargai perbedaan suku, sila keempat yaitu mengutamakan musyawarah untuk mufakat, dan sila kelima yaitu bersikap adil terhadap siapaun dan tidak egois.

“Semoga generasi penerus Pasangkayu dapat memberikan sumbangsih terbaik bagi daerah, sebagai Anggota DPRD berkewajiban untuk melahirkan kesejahteraan dan rasa aman serta nyaman di masyarakat” Harapnya.

Ditempat yang sama, Abd Lathief Syukriel, Q.H., M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Syanawa Pasangkayu mengatakan, Pancasila adalah kesepakatan bersama Founder Father Indonesia. Al-Qur’an dalam realitas Pancasila dalam surah Al-Ikhlas adalah orang yang berpancasila adalah orang yang tidak meninggalkan kewajibannya terjadap Tuhan yang Maha Esa yaitu dengan Soleh dan taat.

Esensinya jika Pancasila diterapkan sesuai dengan muatannya maka tatanan kehidupan Masyarakat akan berjalan dengan tentram. Realitanya terdapat ketidak selarasan yang membuat keresahan di masyarakat karena adanya kepentingan dalam pengambilan keputusan yang tidak merujuk pada dasar negara.

“Dalam Islam terdapat kaidah bahwa perlu untuk mengikut pada Pemerintah yang kedepannya unsur kemanfaatannya akan dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, pentingnya mengikut pada Pemerintah dan jika terdapat ketidak sesuain maka perlu untuk disuarakan” Imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed