oleh

BANJIR TALUD SUNGAI TATOA’ MENGGENANGI KAWASAN PEMUKIMAN DAN SMP 1 MAMASA

-Mamasa-790 views

LAPISNEWS.COM,- MAMASA -Curah hujan yang sangat deras dan berkepanjangan mengakibatkan longsor salah satu titik talud Sunagai Tatoa juga megenangi kawasan pemukiman dilingkungan Tatoa’ Kelurahan Mamasa Kec.Mamasa Sulbar. Kamis, 06-03-25

Menurut penjelasan salala satu warga Ambe’Ison mengatakan bahwa yang longsor talud sungai didepan rumahnya, akibat banjir sehingga talud yang ada didepan rumahnya tiba tiba longsor dan jembatan penyeberangan yang dibangun sendiri juga sudah terancam patah.

Jadi sudah tidak dapat dilalui mobil karena ditakutkan akan runtuh, sehingga mobilnya tidak dapat keluar untuk digunakan.

akibat banjir ini kawasan pemukiman di lingkungan Tatoa’ juga tergenang air termasuk halaman sekolah SMP 1 Mamasa juga tergenang.

Saat Wartawan Media Lapisnews.com menemui Kepala SMP 1 Mamasa Yonas S.Pd,M.Pd diruang kerjanya membenarkan keterangan bahwa banjir yang meluap dari sungai Tatoa’ ini sudah menjadi langganan tahunan disekolah ini dan kawasan sekitarnya.”ucapnya

Menurut Yonas ini terjadi karena terjadinya penataan bangunan di sekitar bantaran sungai sangat dekat, ditambah curah hujan yang sangat deras. Jadi kami mohon kiranya pemerintah dapat meninjau untuk normalisasi alur sungai ini.

Sementara itu, Kepala KPH Mamasa Timur Otovianus SP mengatakan saat di Konfirmasi, tentang masalah banjir ini, bahwa banjir ini terjadi dari akumulasi dari berbagai akibat antara lain karena terjadinya kerusakan lingkungan dan pencemaran, kerusakan lingkungan ini akibat penambahan hutan yang lalu, walaupun setelah kami bekerja keras memberikan penyuluhan pada masyarakat mereka susah menyadari dan tidak merusak hutan lagi,

tetapi akibat kerusakan yang lalu maka itulah yang berdampak sekarang, karena menurut penelitian para ahli lingkunangan hidup dan Kehutanan jika sebuah kawasan hutan rusak sewaktu waktu akan kembali memakan waktu sekitar 1000 tahun untuk bisa kembali fungsinya seperti semula.

Tetapi kami bersyukur karena hasil kerja kami sudah nampak secara lahan yang dulunya gundul sekarang telah menjadi hutan kembali, hasil penghijauan dan rebosisasi yang kami kerjakan puluhan tahun yang lalu.

Sehingga hasil dari penghutanan kembali disemua wilayah Kab.Mamasa sekarang jadi salah satu sumber pendapatan masyarakat seperti penyadapan getah pinus.

Penyadapan ini memberi motivasi kepada masyarakat untuk menjaga lokasi hutan miliknya dari kebakaran hutan dan penebangan.”
Tutup Oktovianus.

Penulis: Gerzon M S.Th
Editor: Ratu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed