Lapisnews.com, Mateng – Kemajuan alat transportasi semakin pesat, baik di darat maupun di air. Namun, di tengah era modern ini, masih ada warga yang mempertahankan alat transportasi tradisional sebagai bagian dari warisan budaya.
Dahulu, perahu menjadi alat transportasi utama bagi masyarakat di Sungai Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Namun, seiring waktu, penggunaan perahu semakin berkurang dan kini jarang terlihat.
Namun, berbeda dengan Herman, warga Topoyo, yang tetap setia menggunakan perahunya. Meskipun telah menambahkan mesin kecil, perahu kayu miliknya masih terlihat sangat tradisional.
“Umur perahu ini sudah puluhan tahun,” ujar Herman saat ditemui di bantaran Sungai Budong-budong, Senin (3/2/2025).
Herman menjelaskan bahwa perahu tersebut merupakan peninggalan orang tuanya. Baginya, perahu itu bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga warisan berharga yang harus dijaga.
“Perahu ini sering saya gunakan untuk mengangkut kelapa dari kebun,” ungkapnya. Selain itu, ia juga memanfaatkannya untuk mencari ikan di sungai.
Herman berkomitmen untuk terus melestarikan perahu tersebut agar bisa diwariskan kepada anak cucunya kelak.
“Saya akan tetap melestarikan perahu ini untuk dilanjutkan anak cucu saya ke depan,” tutupnya










Komentar