LAPISNEWS.COM, PASANGKAYU – Dandim 1427/Pasangkayu Letkol Czi Dony Siswanto didampingi Oleh istri tercinta Ny. Balkis Dony Siswanto selaku Ketua Persit KCK Cabang LXIV Kodim 1427/Pasangkayu Hadiri Peringatan Hari Ibu Ke-96, Tahun 2024.
Kegiatan itupun berlangsung di Aula Hotel Trisakti Jl. Fatmawati Kabupaten Pasangkayu, provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (23/12/2024).
Peringatan Hari Ibu Tahun Ini mengangkat Tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya menuju Indonesia Emas 2045”.
Tak hanya Dandim berserta istri, Turut Hadir juga Beberapa Forkopimda lainnya, seperti, Muh. Zain Machmoed, S. Sos (Sekda Mewakili Bupati Pasangkayu), Iptu Ludiyanto (Kasat Bimmas mewakili Kapolres Pasangkayu), Sakaria Ali Said S.H (Kasi Pidum mewakili ketua Kejaksaan Pasangkayu), Nurdin S.E (Kasubag mewakili ketua Kemenag Pasangkayu), Tisep Oven Harry, A.Md.IP., S.H.,.Μ.Α (Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu), Andi Sufrianti Zain (Ketua DWP Kab. Pasangkayu), Para OPD lingkungan Kabupaten Pasangkayu serta Para Camat Se-kabupaten pasangkayu.
Sambutan Arifah Choiri Fauzi (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) yang dibacakan oleh Andi Sufrianti Zain (Ketua DWP Kab. Pasangkayu) ia mengatakan, Bangsa ini dibangun dari fondasi perjuangan para perempuan yang tak pernahlekang semangatnya untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus, tak terbilang lagi pahlawan perempuan yang namanya tetap harum hingga kini dan menjadi inspirasi bagi kita semua. RA Kartini, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Martha Christina Tiahahu, Rasuna Said, Laksmana Malahayati dan masih banyak lagi.
Salah satu titik penting perjuangan pergerakan perempuan di masa pra kemerdekaan dan menjadi tonggak sejarah tersendiri adalah ketika diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928, di Yogyakarta, Momentum bersejarah ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Nasional pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno, yang dinamakan Hari Ibu, Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan peringatan “Mother’s Day” di beberapa negara di dunia, 20 Perjuangan gerakan perempuan ini membawa keyakinan baru bagi perempuan perempuan Indonesia bahwa pemenuhan hak dan kesetaraan akan mengantarkan mereka untuk dapat berjalan bersama sama serta menjemput kesempatan yang sama bahwa ruang untuk berkontribusi adalah milik semua, keyakinan ini tentunya sangat esensial bagi kemajuan Indonesia karena perempuan mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia maka kemajuan perempuan dan partisipai perempuan dalam pembangunan akan menentukan pula kemajuan Indonesia.
Para perempuan yang ikut terlibat aktif dalam perjuangan dan pergerakan adalah inspirasi bagi kita semua, para perempuan ini telah mampu berperan mengubah tatanan kehidupan menjadi lebih baik Ikut mencipta membentuk sejarah dan peradaban manusia ke arah yang lebih bertata nilai, berkeadilan, humanis dalam tatanan politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan teologi.
Perjalanan panjang selama 96 tahun sejak Kongres Perempuan Indonesia Pertama telah mengantarkan berbagai buah baik bagi perempuan, kesempatan mengenyam bangku sekolah, peluang bekerja, perempuan berpolitik, merupakan kabar baik.
“Melalui Peringatan Hari Ibu inilah, kita kembali diingatkan akan pentingnya peran perempuan dalam mencapai tujuan tujuan bangsa di era kekinian, Peringatan Hari Ibu diharapkan dapat mewariskan nilai nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama sama melanjutkan dan mengisi pembanguan dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan” Ujarnya.
Dalam kesempatan ini, ia menyampaikan, sesuai arahan presiden melalui Astacita, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) merencanakan 3 (tiga) program prioritas dalam 5 tahun kedepan :
– Ruang Bersama Indonesia (RBI).
– Perluasan Fungsi Call Centre SAPA 129.
– Satu Data Gender dan Anak Berbasis Desa.
Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai program unggulan Kemen PPPA, akan kami jadikan sebagai ruang praktek demokrasi dengan nilai nilai kesetaraan dan keadilan gender guna meningkatkan kualitas hidup serta perlindungan perempuan dan anak di desa/ kelurahan seluruh Indonesia, ruang Bersama Indonesia ini merupakan kelanjutan dan pengembangan dari desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak yang telah menjadi prioritas Kemen PPPA sebelumnya dan akan dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi lintas lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Hal ini kita perlukan mengingat Indonesia tak hanya menghadapi tantangan bonus demografi, namun ada potensi krisis energi dan krisis pangan, potensi perang dunia dan banyak tantangan lainnya, maka kita perlu terus memperkuat persatuan dan kesatuan agar Indonesia terus bisa bertahan dan tumbuh menjadi bangsa besar” Ujarnya.
“Dalam Peringatan Hari Ibu ini, mari kita terus saling mengajak, mengingatkan dan menyemangati rasa kebangsaan kita, karena proklamasi 79 tahun lalu adalah perjuangan berat leluhur kita usai ratusan tahun hidup dalam kolonialisme, karenanya pikiran dan sikap kita juga harus teguh dan konsisten meneruskan konsensus kebangsaan kita yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945” Harapnya.
Kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk perempuan dan laki laki, memang sudah dijamin sejak awal dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, hal ini juga sesuai dengan target yang harus dicapai dalam tujuan pembanguan nasional, baik jangka menengah dan jangka panjang, maupun Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sampai dengan tahun 2030, Maka dengan mempertimbangkan komitmen bangsa, kondisi dan isu isu prioritas hingga saat ini ke 96 Tahun 2024 mengangkat tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045.“
iMomentum Peringatan Hari Ibu sebaiknya juga dijadikan momentum untuk bersatu mencapai Indonesia yang maju melalui prinsip “equal partnership”. Prinsip ini mencerminkan bagaimana perempuan Indonesia berjalan beririringan dengan laki laki untuk bersama sama berperan membangun bangsa, pergerakan perempuan dalam pembangunan tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak baik pemerintah, akademisi dan profesional, dunia usaha, media massa, maupun masyarakat.
“Peringatan Hari Ibu adalah milik kita semua sebagai anak, sebagai istri, sebagai ibu, maupun sebagai teman seperjuangan, yang tidak lelah menjadi arti dimanapun berada, untuk itu saya mengucapkan Selamat Hari Ibu ke 96 Tahun 2024, khususnya untuk seluruh perempuan Indonesia” Ucapnya.
“Mari terus berkarya, menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan terus meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri, sehingga bisa menjadi kekuatan yang besar menyejahterakan semua” Imbuhnya.











Komentar