LAPISNEWS.COM,-TARAKAN – Bulan Desember adalah bulan anuhgerah bagi imat manusia karena merupakan hari lelahiran sang juruselamat Yesus Keristus menurut keyakinan Agama Keristen. Pdt.Ronal S.Th dalam hotbahnya pada perayaan natal keluarga Bongakaradeng Tarakan, pada tanggal 16 /12 -2025.
Hotbah Pdt Ronal dikutif dari injil Matius pasal 1 ayat 18 -25, yang diramu pada Acara perayaan natal ini dihadiri oleh keluarga besar Bonggakaradeng kota Tarakan yang terdiri dari berbagai agama dan undangan serta pemerintah. Juga acara ini dimeriahkan dengan paduan suara, fokal grup, nyanyian solo dari abgots kerukunan.
Gambar acara perayaan Natal keluarga Bobgakaradeng Tarakan
Sambutan ketua panitia natal Jhon Gator menyampaikan terima kasih atas ketjasama semua angota dan terimakasih pada semua donatur juga terimakasih kepada tuan rumah memberi tempat acara,juga terimakasih pada penrintah semua tetangga,mohon maaf atas segala kekurangan yg terjadi diacara ini .
Dalam sambutannya ketua kerukunan Keluarga Bonggakaradeng Selecus Nikator SH,MH menyampakan bahwa kita terdiri dari berbagai agama tetapi tetap satu, beberapa waktu yang lalu kita telah mengadakan acara halal bil halal besama dan malam ini kita adakan perayaan natal bersama.
Jadi kedepan mari kita perbabnyak silaturahmi dengan perkujungan dan kegiatan yang positif, Agar menjadi roh model dimasyarakat dan paguyuban yang lain.”ucapnya
Sementara itu, Markus Sakke,SE mewakili Ikatan Keluarga Toraja di Tarakan menandaskan bahwa Keluarga Bongkar adalah bagian dari IKAT jadi mari kita Menjaga persatuan dan solidaritas.
Sabutan berikut disampaikan oleh DR.Ferdy Manurung Tanduklangi’ SE,M.Si Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah ( BPPD ) Kaltara. mewakili gubernur Kalimantan Utara menandaskan bahwa marki kita melaksanakan acara budaya dengan bijaksana jangan berlebihan karena dampaknya akan berakibat buruk tehadap kita dan generasi kita.
Contoh kita berpesta yang berlebihan pada waktu rambu solo'( acara pemakaman ) orang Toraja, dimana sering terjadi perjudian ini sangat berdampak buruk pada perekonomian keluarga dan masyarakat Toraja, sangat bijak bila kita gunakan dana untuk biaya pendidikan bagi anak anak kita karena sekarang ini pedidikan sangat penting untuk generasi muda kia, tetapi judi itu menyebabkan kemiskinan.
Hal ini saya sampakan sebagai peringatan dan saran, karena budaya kita sebernarnya acar rambu solo’ bukanlah acara judi, sebenar mengadu kerbau dulu itu tidak diadakan judi hanya diadu saja tanpa berjudi atau bertaruh demikian juga dengan sabung ayam itu tidak diperkenankan secara adat asli Toraja, tetapi itu pengaruh dari luar toraja jadi mari kita tinggalkan judi.”Tutupnya.
Penulis: Gerzon M S.Th











Komentar