LAPISNEWS.COM,-Parepare — Pemerintah Kota Parepare melaksanakan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan triwulan III tahun anggaran 2025.
Rapat koordinasi (Rakor) dipimpin langsung Wali Kota Parepare Tasming Hamid didampingi Pj Sekda Parepare Amarun Agung Hamka di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Kamis (9/10/2025).
Dalam Rakor terungkap bahwa capaian pelaksanaan kegiatan pembangunan memasuki triwulan III hingga 30 September 2025, untuk kinerja fisik berada di angka 72,02 persen. Capaian ini sedikit lebih rendah dibanding triwulan III 2024 yang berada di angka 72,18 persen.
Sementara serapan anggaran atau realisasi belanja melalui APBD 2025 mencapai Rp557 miliar lebih atau sama dengan 56,39 persen dari total belanja daerah. Belanja ini untuk membiayai 158 program, 468 kegiatan dan 1.553 sub kegiatan pembangunan yang tersebar di 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Parepare.
Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun dalam laporannya memaparkan bahwa target pendapatan daerah pada APBD 2025 senilai Rp938 miliar lebih, dan hingga 30 September 2025 terealisasi di angka Rp687 miliar lebih atau sebesar 73,28 persen.
Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) Parepare yang ditargetkan Rp291 miliar lebih hingga 30 September 2025 terealisasi Rp212 miliar lebih atau dengan persentase 72,76 persen dari target. “Dibandingkan dengan tahun 2024 pada bulan yang sama realisasi PAD sebesar Rp183 miliar lebih atau sebesar 90 persen dari target PAD tahun 2024 yaitu Rp203 miliar lebih,” ungkap Zulkarnaen dalam laporannya.
Secara umum, Zulkarnaen melaporkan bahwa APBD pokok 2025 senilai Rp989 miliar lebih, dan parsial menjadi Rp960 miliar lebih.
“Untuk belanja daerah senilai Rp960 miliar lebih ini terealisasi hingga September 2025 senilai Rp539 miliar lebih atau 56,21 persen. Rinciannya, belanja operasi dari yang direncanakan Rp862 miliar terealisasi Rp515 miliar atau 59,74 persen. Belanja modal direncanakan Rp87 miliar terealisasi Rp24 miliar atau 27,76 persen, dan belanja tidak terduga atau BTT direncanakan Rp10 miliar terealisasi Rp56 juta atau 0,56 persen,” papar Zulkarnaen.











Komentar