LAPISNEWS.COM, PASANGKAYU – Staf Kesbangpol Kabupaten Pasangkayu bersama Babinsa 1427-01/Pasangkayu turun langsung memantau sapi yang mati secara massal akibat keracunan pupuk CU di desa martasari, kecamatan Pedongga, kabupaten Pasangkayu, provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Jum’at (17/01/2025).
Kepala desa martasari, I Wayan Astawa mengatakan, Pada 14 Januari 2025, terdapat laporan masyarakat dari Dusun Kabuyu terkait sejumlah Sapi yang dalam kondisi tidak wajar (loyo/lumpuh) bahkan terdapat beberapa yang sudah mati tetapi penyebab belum diketahui.
Pada 15 Januari 2025, pihak Peternakan melalui Dokter Hewan melakukan pemeriksaan dan tidak terdapat gejala PMK maupun Jembrana sehingga disarankan untuk dilakukan penelusuran pada area sekitar Sapi di gembalakan dan diketahui faktor penyebab Sapi mati secara massal adalah Sapi tersebut masuk pada Kebun Sawit yang telah dipupuk CU.
Sapi yang telah mati beberapa dikubur, dibakar, dibuang ke Sungai dan beberapa masih berada di Kebun Sawit. Selain itu, masih terdapat Sapi yang belum ditemukan dan yang telah ditemukan dalam keadaan hidup dalam keadaan kurang sehat.
“Adapun jumlah sapi yang mati sampai saat sudah mencapai 26 ekor” Ujar kades martasari.
Menurut kades martasari, Kasus matinya Sapi karena CU sudah sering terjadi di Desa Martasari sehingga pemilik ternak berani untuk menjual karena masyarkat setempat telah sering mengkomsumsi Sapi yang kurang fit akibat CU.
Disamping Iyu Nur Aeni pemilik ternak mengatakan, Pupuk yang digunakan oleh Pemilik Kebun adalah pupuk yang tidak diperjual belikan di masyarakat karena pupuk CU memiliki dosis yang tinggi sehingga pupuk tersebut hanya digunakan oleh Perusahaan. Oleh karena itu, jika pihak Perusahaan akan melakukan pemupukan maka akan dikeluarkan ederan penyampaian.
“Akan tetapi, pemupukan CU yang dilakukan oleh Pemilik Kebun yang menyebabkan banyak Sapi Mati tidak terdapat pemberitahuan” Ujar Nur Aeni
Pemilik ternak berharap adanya etikad baik dari Pemilik Kebun karena dari Pemilik Ternak telah diupayakan untuk diredam dan diberi peringatan untuk tidak melakukan tindakan anarkis untuk menghargai Aparat Keamanan dan Pemerintah Desa.
Sementara itu, I Ketut Jana (Pemilik Kebun) mengatakan, tidak terdapat faktor kesengajaan yang mengakibatkan matinya sejumlah Sapi di Desa Martasari. Menurutnya, ia sudah memberitahu Pekerja yang diminta memupuk untuk mengubur Pupuk CU, Akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak demikian.
“Oleh karena itu, secara pribadi masih kaget dan sakit karena peristiwa tersebut. Adapun kedepannya diharapkan ada mediasi dari Pemerintah Desa dan terkait ganti rugi akan diberikan sesuai dengan kemampuan” Ucap I Ketut.
Disamping itu juga, Ahmad Sultoni (Babinsa Martasari) mengatakan kasus matinya Sapi di Desa Martasari diupayakan untuk tidak melibatkan suku mengingat Pemilik Kebun berasal dari Suku Bali sementara Peternak Sapi berasal dari Suku Jawa.
“Oleh karena itu, selaku Babinsa menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah dan permasalahan tersebut akan diselesaikan melalui Pemerintah Desa” Ujar Babinsa
Ahmad sultoni juga mengatakan, Pemerintah Desa menjadwalkan melaksanakan mediasi antara Pemilik Lahan dan Peternak Sapi tetapi pihak Bhabinkamtibmas masih berada di luar Pasangkayu sehingga dijadwalkan pertemuan dalam waktu dekat.











Komentar