LAPISNEWS.COM,- Mateng Ratusan masyarakat menghadiri kampanye terbatas pasangan (Salam) H.Sahrul- Alamsya no urut 2 yang di selengarakan pertama Desa Babana, pada pukul 13.00 wita sampai pukul 15.30 wita dan di Desa Kire pukul 16.00 wita, sampai pukul 18.00 dan untuk malam hari di Dusun Kamansi Desa Lumu pukul 20.00 wita sampai 22.00 wita. Terkhusus wilayah Kecamatan Budong-budong
Kabupaten Mamuju Tengah, Selasa 1 oktober 2024.”Ungkap Calon Bupati Mamuju Tengah H.Sahrul Sukardi
Sahrul tambahkan kegiatan dilanjutkan pada hari Rabu, 02 Oktober di Desa Tinali dan Salugatta
Di hadapan ratusan masyarakat H.Sahrul Sukardi mengatakan bahwa apa bila saya di beri kesempatan terpilih menjadi Bupati dan wakil bupati kami pasangan (SALAM) akan mengawal harga sawit yang sudah di tetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat supaya jangan lagi ada selisi harga dengan Kabupaten Pasangkayu dengan Mamuju Tengah karena masih satu wilayah provinsi, kalau toh tidak mampu mengikuti harga yang sudah di putuskan oleh dinas Perkebunan Provinsi cukup ikuti harga yang di gunakan oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Pasangkayu.”Ucap Sahrul.
Ia juga sampaikan bahwa jika selisi 100 atau 200 rupiah bahkan terkadang 300 rupiah, masyarakat sebahagian membawa buahnya ke Pasangkayu karena mahal disana padahal yang rugi adalah kita sendiri karena, dana bagi hasil perusahaan dengan pemerintah itu orang lain yang nikmati, seharusnya Pemda Mateng yang kelolah
dan bisa di gunakan membangun jalan hasilnya.
Inilah menjadi tekad kami jika Masyarakat memberikan kepercayaan kepada pasangan Sahrul-Alamsya sebagai Bupati dan Wakil Bupati. karena kehadiran pemerintah untuk mengawasi perusahaan yang tidak mau ikut aturan, tugas pokok pemerintah memberi kepastian kepada masyarakat sebagai pelayan masyarakat,
Ketua serikat petani kelapa sawit (SPKS) Mamuju tengah Sulbar Irfan mangatakan bahwa Pemerintah Kabupaten tidak bisa memutuskan harga sawit namun bisa memberi sanksi bagi perusahaan yang tidak mau mengikuti Harga Penetapan yang telah ditetapkan Oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yg diikuti oleh Dinas Perkebunan setiap kabupaten dan disetujui serta ditanda tangani di rapat penetapan.
Ia tambahan Bupati seharusnya sekali-kali menghadiri penetapan harga sawit yang diselenggarakan oleh Provinsi agar sedikit paham terkait masalah penentuan harga Sawit dimana setiap bulan semua daerah yang ada petani sawitnya diundang oleh dinas pertanian kabupaten, menanda tangani keputusan tersebut artinya mereka sepakat dengan harga tersebut namun kenapa tidak mau ikuti.
inilah fungsinya pemerintah untuk memberi sanksi perusahaan yang bandel, buat apa di adakan rapat dan memutuskan harganya jika tidak diikuti,
Di tempat yang sama Calon wakil bupati no 2 Alamsya mengatakan bahwa kami juga punya program terkait ke agamaan, kami akan membiayai anak untuk menjadi penghapal/hapis alquran satu hapis dalam satu desa akan di biayai oleh pemerintah, serta akan menaikan gaji imam mesjid minimal setara dengan Kepala Dusun karena imam mesjid di tuntuk untuk memimpin lima kali sehari semalam untuk menjadi iman sholat dan mendoakan kita semua namun kesejahteraanya tidak di perhatikan,
Serta pendeta dan mangku akan di bantu kesejahteraanya supaya daerah kita ini berkah,
Di kesempatannya Ia juga menyampaikan akan melakukan pemerataan perbaikan insfrastruktur jalan dan jembatan, di 54 desa Se-Kabupaten Mamuju Tengah, saya sering sampaikan disetiap pertemuan bahwa kenapa perlu ada perubahan terutama jalan dan jembatan karna mayoritas masyarakat kita menggunakan fasilitas tersebut apa lagi daerah kita ini mayoritas petani sawit, selama kurang lebih sepuluh tahun otonomi baru daerah kita baru 30 persen pembangunan jalan yang di kerjakan karena alasan faktor biaya.
sederhana saja jangan di belanjakan jika tidak terlalu penting yang utama itu kebutuhan masyarakat, tak usah bermimpi menjadikan Mamuju Tengah Agromilitan cukup sederhana saja yang di kerjakan, perbaiki jalan dan jembatan, serta para nelayan pesisir untuk kejahteraannya
Ia mengatakan kami tidak mau bermimpi tinggi-tinggi dulu, cukup sederhana yang penting bermanfaat,
Rangkaian kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua tim koalisi Hamka bersama tim koalisi lainya serta ketua tim relawan H.Saripuddin, dan ratusan simpatisan dan pendukung koalisi perubahan, hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda,” Ungkap Alamsya Calon Wakil Bupati.
Penulis: Sulaiman
Editor: Ratu











Komentar