oleh

Diduga Oknum Pimpinan Ponpes Miftahul Jannah Tutar Pekerjakan Siswanya di Kebun Pribadi

-Hukum-2.000 views

LAPISNEWS.COM,-Polman – Ponpes Miftahul Jannah
Salah satu Pondok pesanreng yang bernama di Kecamatan Tutar Kabupan Polman Sulawesi Barat menui banyak teka teki tak kalah beberapa siswa yang mondok meninggalkan pondok dengan alasan tak tahan dengan perilaku pimpinan yang mempekarjakan mereka hampir setiap hari dengan cara memaksa anak di usia dini untuk membikin jalan dan teras di kebun lahan milik pimpinan pondok.

Tak kalah mengirikan juga anak yang masih berusia dini di paksa menanam kelapa sawit, kelapa biasa, sampai menanam pisang.
Kami di pondok selalu di suruh kerja pak banyak macam yang kami kerjakan mulai berkebun, beternak, sampai memikul kayu dari hutan makanya saya suda tidak tahan mondok kata salah satu santri yang menjelaskan.

Setelah wartawan mengkomfirmasih ke pimpinan pondok yang berinisial H. BH beliau mengakui tentang adanya anak yang bekerja.
Saya memang menyuruh bekerja karna ada dendaan yang saya berikan kepada mereka alasan pimpinan pondok.

Yang paling mengejudkan saat beberapa orang santri yang mau pindah malah tidak di berikan surat pindah kalau orang tua santri tidak membayar denda sebanyak 30 juta rupiah karna peraturan yang di buat oleh oknum pimpinan pondok yang mengikat santri dan orang tua santri agar oknum bisa leluasa mempekerjakan anak di usia dini.

Saat wartwan penasaran maka beberapa santri mengantar berkeliling di lokasi kebun yang di kerjakan santri dan di tunjukkanlah semua bukti bukti yang dia kerjakan selama di pondok Miftahul Jannah.

Tetapi alangkah bingungnya santri dan orang tua santri karna tak tau harus mengadu kemana sekarang suda beberapa minggu terlantar tak bersekolah kasihan anak di usia dini yang seharusnya mendapat pendidikin yang pantas malah di telantarkan oleh para oknum yang tak bertanggung jawab.

Saya tak tau mau mengadu kemana lagi kata orang tua siswa saya suda ke departemen agama polewali sebagai dinas yang membawahi pondok pesantreng tapi malah yang saya dapat tak ada hasil saat saya di arah kan ke seksi pondok pesanren disana berbelit belit juga kata dia nanti saya yang urus itu tapi setelah beberapa hari ternyata lain lagi yang di minta mungkin suda besekonkol dengan oknum kata orang tua sisawa dengan wajah yang lemas memikirkan nasib anaknya.

(Lap Syarifuddin Daeng Mapoang /*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed