oleh

BPD Desa Parabu dinilai Berdiam Diri Terhadap Dugaan Pembangunan Lapangan

-Pasangkayu-1.434 views

LAPISNEWS.COM,-PASANGKAYU – Pemerintahan Desa Parabu Kecamatan Lariang Kabupaten Pasangkayu telah berjalan 3 tahun yang dipimpin oleh Mathius Serang, S.Pd, seorang PNS yang pernah memiliki jabatan di Dinas pendidikan kab. Pasangkayu dan terpilih sebagai kepala Desa Parabu Kec. Lariang Kab. Pasangkayu untuk periode 2020-2026.

Dharmawansyah (Karateker Ketua Karang Taruna Kec. Lariang) mengatakan saat di Konfirmasih media ini mengatakan bahwa,
Beberapa kegiatan pemerintahan desa parabu tengah berlangsung sejak penganggaran baru 2023.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian semua pihak ialah pembangunan lapangan sepak takraw 1 buah dan lapangan volley 2 buah.

Pada pembangunan ini berasal dari anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023. Yang cukup menjadi perhatian semua pihak ialah pada proses pembangunan lapangan ini terjadi 2 kali pergantian papan proyek pada lapangan volley, yang awalnya 20an juta, lalu kemudian diubah menjadi 40an juta setelah lapangan tersebut tuntas di kerjakan, dan yang makin menjadi perhatian ialah tidak adanya papan proyek sebelum dimulai pekerjaan, dan nanti diperadakan ditengah pekerjaan berlangsung.”Ungkap Dharmawansyah. Senin, 10 Juli 2023.

Ia juga katakan, Namun naasnya BPD Desa Parabu menyaksikan bagaimana proses pekerjaan ini berlangsung dari awal sampai akhir bahkan mendokumetasikannya. Sehingga menjadi pertanyaan bersama oleh masyarakat desa parabu, apakah BPD Desa Parabu benar2 menjadi pengawas kinerja pemerintahan atau menjadi pesuruh pemerintahan.

Dan kami konfirmasi ke pada BPD terkait kejanggalan pada proyek pembangunan lapangan tersebut, pihak BPD memberikan pernyataan bahwa akan di evaluasi kinerja pemerintahan desa tersebut.”paparnya

Dan tentu kita bisa sama2 memperhatikan anggaran yang sangat besar di gunakan membangun 1 buah lapangan volley dengan ukuran 22×13 meter sebesar Rp. 41. 188.000,.-. Anggaran sebesar ini perlu benar2 di audit oleh pihak terkait, karna kalau diperhatikan secara seksama hasil pembangun tersebut tentu bisa memakan anggaran yang jauh lebih murah.

Mengapa demikian karna ada salah satu pembangun plat Dekker hanya memakan anggaran 25 juta, sedangkan pembangun ini menggunakan besi dan batu gunung.

Dan kejanggalan pemerintahan ini dalam mengelola kegiatan merupakan salah satu dari banyak kegiatan yang telah berlangsung dan pihak BPD Desa seolah2 membiarkan tanpa adanya teguran bahkan tidak adanya evaluasi tahunan yg diadakan oleh pihak BPD selama pemerintahan Desa Parabu ini berlangsung.”Tutupnya. Dharmawansyah (Karateker Ketua Karang Taruna Kec. Lariang).(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed