LAPISNEWS.COM,-MAMUJU – Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM Pemprov Sulbar melaksanakan sejumlah program dalam mendukung program nasional, termasuk penanganan inflasi daerah.
Hal ini juga sejalan dengan arahan PJ Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh terkait lima permasalahan pembagian di daerah, salah satunya persoalan inflasi.
Untuk itu, Kepala Dinas DagperinkopUKM Sulbar Bau Akram Dai, membangun sinergi melakukan pengendalian inflasi di Sulbar melalui program operasi pasar murah.
“Program ini sebagai salah satu pilar dalam menjaga stabilitas harga barang,” kata Bau Akram.
Dalam pelaksanaannya, Dagperinkop UKM Sulbar telah menyiapkan 2.018 paket sembako murah pada tahun 2023. Pelaksanaan operasi pasar tersebut lebih masif dilaksanakan menjelang HBKN Idul Fitri dan Nataru.
Selain itu, lanjut Bau Akram, Dinas Dagperinkop UKM juga fokus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Utamanya bahan pokok yang mengalami gejolak harga dan berpotensi terjadi kelangkaan, seperti minyak goreng.
Untuk memaksimalkan pengawasan ketersediaan pasokan, DagperinkopUKM berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder terkait, antara lain Polda sulbar, TPID Sulbar, Dinas Ketahanan Pangan serta instansi terkait lainnya.
Hal lain, Dinas DagperinkopUKM juga telah memberikan bantuan sarana bagi UKM/IKM berupa masin/peralatan pengolahan IKM, sarana kendaraan bagi UMKM tujuannya ialah meningkatkan daya saing produk UMKM,
“Kegiatan bantuan ini telah dikolaborasikan dengan ke-3 urusan yakni Urusan perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, bahkan telah menjadi kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahunnya,” ungkapnya.
Selain bantuan sarana bagi UMKM, juga dilakukan pendampingan guna meningkatkan daya saing produk IKM/UMKM Sulbar. Salah satunya melalui kegiatan ekspo produk UMKM baik skala lokal, regional maupun skala nasional,
“Sejauh ini produk unggulan UMKM Sulawesi Barat dapat bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain karena memiliki karakteristik sendiri sehingga dapat diterima dengan baik oleh pasar,” ungkapnya.
Bahkan, beberapa produk UMKM Sulbar menembus pasar internasional seperti kopi dan kakao, “Tercatat bahwa kedua komoditi UKM ini sebagai penyumbang devisa negara, sebagaimana diketahui devisa negara sebagai salah satu faktor pengendali inflasi. Diharapkan dengan produk UMKM tersebut dapat menjadi solusi dalam penanganan inflasi daerah,” tutup Bau Akram. (*)











Komentar