oleh

MI DDI No 362 Sumberjo Dan RA-ASSALAM Gelar Acara Penamatan Dan Perpisahan Tahun Pelajaran 2022/2023

LAPISNEWS. COM, -POLMAN – Sebanyak 37 siswa MI DDI No 362 Sumberjo mengikuti pelaksanaan acara Penamatan dan Perpisahan yang digelar di halaman MI DDI No 362 Sumberjo di desa Sumberejo kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulawesi Barat 15 Juni 2023.

Dimana acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Kementerian agama Kabupaten Polewali Mandar H.Laupa S.Ag,M.Pdi, Kepala MI DDI No 362 Sumberejo Suyanto S.Pdi, Ketua Komite MI DDI No 362 Sumberejo Samiren,S.Ag
Wali Siswa MI DDI No 362 Sumberejo Murdifin, Turut pula hadir, Anggota DPRD kabupaten Polewali Mandar Agus Pranoto, Para Pengawas dan Staf pengajar MI DDI No 362 Sumberjo dan Para tamu undangan

Kepala seksi pendidikan madrasah kementerian agama kabupaten Polewali Mandar H.Laupa.S.Ag,M.Pdi dalam sambutannya mengatakan setelah tadi menyimak kesan dan pesan yang disampaikan oleh anak anak kita dan juga sambutan oleh wali siswa mantan kepala desa Sumberejo bapak Murdifin, maka saya mengambil kesimpulan bahwa anak anak kita yang tamat pada hari ini telah diperhadapkan dua perasaan yang berbeda yakni perasaan senang dan tidak bisa dipungkiri bahwa mereka juga merasa sedih, perasaan senang karena mereka yang 37 ikut ujian telah dinyatakan lulus seratus persen sehingga mereka bergembira setelah selesai menempuh pendidikan enam tahun di Madrasah ini.

Selanjutnya anak kita sedih karena mereka akan meninggalkan bapak ibu dan kepala madrasah yang selama ini mereka sayangi, terpaksa mereka harus tinggalkan untuk menuju ke lingkungan baru untuk mencapai tujuan dan cita-cita dan harapan orang tua mereka masing masing.

Hari ini kalian dinyatakan lulus dan besok akan berangkat ke jenjang yang lebih tinggi lagi. tentu kami berharap sepuluh tahun akan datang kembali lagi ke Madrasah ini untuk mengabdi, apakah itu jadi guru agama, guru olah raga atau guru umum.tentu ini harapan guru guru yang ada disini dan harapan kita semua.Kata H.Laupa

Ia lanjut mengatakan dan kepada orang tua siswa. saya ingin sampaikan bahwa enam tahun yang lalu anak anak kita menginjakkan kakinya di madrasah ini tentu selalu diantar karena tidak tau apa apa tetapi hari ini kita telah menyaksikan bersama betapa gembiranya kita sebagai orang tua, ketika kita telah menyaksikan anak anak kita mengumandangkan shalawat shalawat nabi, melantunkan ayat ayat suci Alquran tentu ini adalah keberhasilan para orang tua dan guru guru yang ada disini, kita tidak perlu takut dan ragu apakah anak anak kita mampu di smp, pondok pesantren karena anak anak kita sudah dibekali modal keagamaan dan pengetahuan umum yang memadai.Terangnya

Lebih lanjut ia mengatakan perlu juga saya berikan sedikit gambaran bahwa di Polman ini mulai dari Paku sampai ke Tinambung ada 86 madrasah yang terletak di daratan maupun di pegunungan, Alhamdulillah sekarang ini perhatian masyarakat telah tertuju kepada madrasah ibtidaiyah, setiap hari kadang saya menerima telepon apa lagi ketika memasuki tahun ajaran meminta zona dalam penerimaan siswa baru karena ketika tidak dibatasi maka kami SD dan SMP akan kekurangan dan terancam gulung tikar karena orang tua yang ada dimasyarakat memasukkan anaknya di madrasah.Ungkapnya

lanjut ia mengatakan As’adiah sekarang membludak siswanya maka tidak ada jalan lain harus membangun gedung yang berlantai, di Sumberjo ini sementara diprogramkan lantai dua karena banyak juga siswanya,di paredean siswanya sudah belajar di kolom rumah karena gedung sudah tidak mampu lagi menampung siswanya demikian juga mi ddi kecamatan Binuang. Artinya apa, kesadaran orang tua, kita telah mengakui bahwa ternyata hanya pendidikan madrasah, pondok pesantren, sanawiah yang mampu membentengi anak anak kita dari pengaruh pengaruh tontonan baik melalui televisi maupun hp yang ada.

Hp yang selalu dipegang oleh anak anak kita bagaikan pisau bermata dua, Satu sisi memberikan manfaat dan sisi lain bisa mendatangkan mudharat berbahaya.Ucapnya

Ia menambahkan kepada orang tua siswa saya mengucapkan terimakasih tentu mewakili kepala madrasah dan guru guru yang ada disini atas kepercayaan yang diberikan untuk memasukkan anaknya disini.
Sedikit saya berikan gambaran bahwa ketika saya menjadi sebagai kepala seksi program saya lakukan yang pertama adalah menyampaikan kepada pengawas, jangan cuma fokus kepada administrasi tetapi fokuslah bagaimana anak anak madrasah ibtidaiyah tamat dari madrasah bisa sekurang kurangnya mampu menghapal jus tigapuluh sebagai bekal kedepannya.

jadi pensyaratan untuk tamat di madrasah ibtidaiyah sekarang ini harus ada semacam sertifikat bahwa anak ini sudah mampu menghapal dengan baik jus tigapuluh. Alhadulillah apa yang saya lakukan ini didukung penuh oleh pengawas dan kepala kantor kementerian agama kabupaten Polewali mandar dan beliau mengharapkan semua kepala madrasah yang hadir pada hari ini supaya senantiasa menggenjot anak anak kita agar didalam pelaksanaan penamatan dites lebih awal bahwa apakah anak anak kita telah mampu menghapal jus tigapuluh setelah itu baru diberikan ijasahnya.Pungkasnya.(Syarifudin/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed