oleh

AMPG Sulbar Bantu Keluarga yang Putus Sekolah di Mamuju

-Sosial-6.566 views

LAPISNEWS. COM, -MAMUJU — Pimpinan Daerah (PD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Sulawesi Barat ikut membantu keluarga Mulyadi (53) dan Jamiati (50), warga Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Selasa (04/10/22).

Seperti diketahui, kondisi ekonomi keluarga Mulyadi sangat memprihatinkan. Mereka memiliki 7 orang anak, dan tiga di antaranya terpaksa putus sekolah akibat tidak punya biaya. Jangankan biaya sekolah, untuk kehidupan sehari-hari saja pun sangat susah.

Apalagi, Mulyadi saat ini dalam kondisi cacat fisik akibat kecelakaan kerja yang dialaminya pada 2017 lalu. Sementara Jumiati hanya seorang pembantu rumah tangga.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari AMPG Sulbar datang ke kediaman Mulyadi mengunjungi langsung sekaligus ikut membantu meringankan beban keluarga ini. Kami datang ini atas arahan dari Ketua DPD Partai Golkar H.M. Aras Tammauni,” ujar Ketua PD AMPG Sulbar, Ashari Rauf.

Menurut Ashari, bantuan yang disalurkan berupa uang tunai untuk menunjang kebutuhan anak-anaknya yang sempat putus sekolah serta kebutuhan pokok dan kebutuhan primer lainnya.

“Karena sudah ada baju seragam yang dibelikan oleh Diknas Sulbar dan jaminan untuk kembali sekolah, maka kami hanya beri bantuan berupa uang tunai. Juga bantuan berupa kebutuhan pokok, seperti beras, telur, gula, terigu, indomie dan kebutuhan dapur lainnya,” sebutnya.

Ashari mengaku bantuan itu sebagai bentuk kepedulian dan perhatian DPD Partai Golkar Sulbar melalui AMPG kepada warga di daerah ini.

“Mungkin nilainya tak seberapa, tapi kita berharap semoga ini berkah dan dapat membantu mengurangi beban saudara yang terhimpit ekonomi di sekitar kita,” harapnya.

Sebelumnya, dikabarkan tiga orang anak dari pasangan Mulyadi dan Jamiati, yakni Nisa, Alexa dan Annisa terpaksa putus sekolah karena tak mampu beli seragam.

Padahal, nama mereka sudah terdaftar di SD Negeri Binanga 2 dan SMP Negeri 1 Mamuju. Namun, karena tidak ada seragam sekolah, mereka terpaksa berhenti sekolah.

Untungnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar bergerak cepat dan memastikan ketiga anak ini dapat kembali bersekolah. (**).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed