oleh

Komisi II DPRD Sulbar berdiskusi dengan Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR VII Pertamina, Laode Syarifuddin Murasli

LAPISNEWS.COM,-Makassar – Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Barat yang di Pimpin Oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Barat ( Drs. H. Sudirman ), didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (H. Abdul Halim ) diterima langsung oleh :
1. Unit Manager Comm & CSR : Laode Syarifuddin Mursali
2. Finance Manager : Hastomo Aji
3. Finance Manager : Fakhrul Islam
4. Retail sales : Claudia R Wulandari 5. Retail sales : Arny
6. Marketing Retail: Fanda C
7. Asisten Manager : Rizky Yudistira

Turut Hadir :
1. Andi Nursyahdana (Kasubid BPKPD Setda Prov. Sulawesi Barat)
2. Irfan (Kabid Perizinan PMPTSP Provinsi Sulawesi Barat)
3. Syahruddin,S.ip (Koordinator Pengawasan Bagian Fasilitasi Penganggaran Sekretariat DPRD Prov. Sulawesi Barat)
4. Hermawan, SE (Staf Sekretariat DPRD Prov. Sulawesi Barat 5. Al Alim Sidik, Sip (Staf Sekretariat DPRD Prov. Sulawesi Barat)
6. Sri Damayanti (Staf BPKPD Setda Prov. Sulawesi Barat)
7. Guarya Warsyana ( Staf Sekretariat DPRD Prov. Sulawesi Barat). Berlangsung pada hari selasa tgl 28 juni 2022.

Dalam diskusi rombomgan DPRD Provinsi Sulbar Unit Manager Comm & CSR : Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa, Kuota Bahan Bakar Minyak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2021 -2022 sebagai berikut :

1. Kuota Bahan Bakar Minyak Kendaraan Bermotor Tahun 2021 Quantity 184.565.720 (Liter) dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Tahun 2021 sebesar Rp. 73.628.586.856

2. Kuota Bahan Bakar Minyak Kendaraan Bermotor Tahun 2022 Quantity 536.765.373,083 Liter , dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Periode Januari sampai dengan bulan Mei Tahun 2022, Quantity 82,281,673 liter PBBKB sebesar Rp. 32.036.621.254.

3. Angka PBBKB untuk Bulan April dan Mei 2022, Sales meningkat tetapi nilai PBBKB Menurun dikarenakan adanya Perubahan status Produk Pertalite yang awalnya termasuk Jenis Bahan Bakan Umum (JBU) dengan Pajak PBBKB 7,5 %, berubah menjadi Jenis Bahan Bakar Penugasan Khusus (JBKP) dengan Pajak 5 % ,dan juga adanya Penurunan harga jual Produk Pertalite (berdasarkan Surat Edaran Menteri ESDM RI) Tanggal 31 Maret 2022 berlaku untuk bulan April 2022.

4. PT. Pertamina akan melakukan Proses Registrasi dengan bekerjasama dengan Samsat dan Lintas sektor dengan System My Pertamina untuk Penggunaan BBM bersubsidi /Bahan Bakar Penugasan Khusus (JBKP), dipertamina sehingga muda di monitor, ada Kapasitas Pengisian Kendaraan jika melebihi tidak dapat mengisi.

5. Untuk Rencana Pembangunan Depo Pertamina Belang-Belang sudah ada Surat Gubernur Sulawesi Barat Ke Kementerian ESDM dalam kajian Kementerian.

6. SPBN untuk Bahan Bakar Kapal Nelayan diwilayah Sukawesi Barat Pemerintah Daerah Harus Bermohon Kementeraian Kelautan Perikanan untuk mendapatkan izin prinsip Kemudian di Perizinan Pertamina.(h/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed