oleh

Rapat Pansus Pembahasan Pengawasan Penggunaan Anggaran dan Penyaluran Logistik Pasca Gempa

Lapisnews.com, Sulbar – DPRD Provinsi Sulawesi Barat Melaksanakan Rapat Panitia Khusu (Pansus) dengan pembahasan Pengawasan Penggunaan Anggaran dan Penyaluran Logistik di Gedung Semntara DPRD Provinsi Barat. Kamis 4 Maret 2021.

Dipimpin wakil Ketua DPRD Provinsi Sulbar Usman Suhuriah didampingi Ketua Pansus Drs. H. Sudirman, wakil ketua pansus Bonggalangi,SE.MA, dan sekertaris Ir. H. Abidin. Serta turut hadir anggota pansus. Drs. H. Sukardi M. Noer, Risbar Berlian Bachri, SH,MH, Mutmainnah dan para OPD terkait dari Dinas Sosial, BPBD, dan BPKPD.

Pansus DPRD tindak lanjut Pengawasan Penggunaan Anggaran dan Penyaluran Logistik pasca gempa yang mengguncang Mamuju dan Majene beberapa waktu lalu.

Di temui usai menggelar rapat, Ketua Pansus PPAPL DPRD Sulbar, H. Sudirman mengatakan, keberadaan pihaknya sebagai pansus posisinya bukan sebagai audit.

“Sehubungan dengan keberadaan kami sebagai pansus mungkin lebih awal saya mau katakan bahwa posisi kami ini bukan sebagai audit, tapi kami hanya ingin mendudukan persoalan ini sesuai dengan poksinya,” ucap. Sudirman

Ia mengatakan rapat pansus itu yang di gelar dalam hal pengawasan keuangan dan pendistribusian logistik untuk masyarakat terdampak gempa.

“Jadi kami rapat tadi ini untuk menindaklanjuti rapat yang lalu bahwa untuk rekening koran Bank yang kami butuhkan pada rapat yang lalu itu pihak pengelola keuangan sudah sampaikan kepada pihak kami. Dan nilainya itu bukan Rp 2,8 Milyar tapi berubah menjadi Rp 3,3 Milyar ada tambahan masuk melalui rekening pribadi,” tuturnya.

Sudirman, tambahkan pengeluaran tadinya Rp1,2 Milyar itu karena ada rekomendasi dari pansus, yang mengatakan bahwa kita harus perlu ke hati-hatian dalam hal mengelolah bantuan masyarakat.

“Ini karena kita lihat ada dana pengeluaran-pengeluaran melalui rekening pribadi, termasuk rekening pimpinan kurang lebih Rp100 juta, dan rekening kepala BPBD sekitar Rp 35 juta termasuk juga honor relawan kurang lebih 140 itu kami rekomendasikan untuk di kembalikan,” ungkapnya.

“Dan alhamdulillah kami sudah baca tadi rekening koran Bank, dari badan pengelola keuangan daerah itu sudah di kembalikan. Jadi total pengeluaran tadinya Rp 1,2 Milyar, sekarang ini tinggal Rp.900 juta,” tutup Ketua Pansus.( H/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed