oleh

DEWAN PAKAR SULBAR YUNDINI HUSNI DJAMALUDDIN TERJEBAK DALAM RERUNTUHAN HOTEL MALEO, HANYA DOA YANG TERSIRAT

-Nasional-6.878 views

Lapisnews.com, Mamuju – Akibat Gempa yang terjadi di Sulbar pada pekan lalu membuat “Pemerintahan Sulbar berjalan cukup tersendat. Gempa yang cukup besar ini membuat sejumlah OPD juga terkena dampak sehingga menyebabkan beberapa kepala OPD baru dapat datang untuk melakukan koordinasi beberapa hari kemudian. Gangguan sinyal juga membuat koordinasi cukup terhambat.

“Kondisi saat ini memang kondisi yang sulit, dan berat. Belum semua dapat tertangani dengan baik. Diperlukan banyak bantuan untuk Sulbar saat ini.
Sekecil apapun bantuan itu, adalah hal yang sangat berharga bagi kami. Dan sungguh kami sangat berterimakasih atas mengalirnya bantuan untuk Sulbar tersebut. Di saat kesusahan, maka orang yang datang memberikan bantuan adalah malaikat bagi kami”, demikian ujar Yuyun

Dihimbau kiranya dalam kondisi yang cukup berat, diharapkan agar semua pihak untuk saling mencari solusi, saling bahu membahu dan sabarlah ketika cobaan datang, tabahlah Pemerintah dan rakyat Sulawesi Barat harus segera bangkit.

Ditambahkan puka kita kehilangan banyak hal. Begitupun saya kehilangan barang berharga, barang yang penting dan barang-barang kesukaan saya yang selalu bersama saya. Pilihan yang tersisa bagi Sulbar ada 3. “Pertama, menjadi kuat. Kedua menjadi kuat banget-banget. Dan ketiga menjadi kuat banget-banget dan indah banget-banget. Sekarang waktunya, tentukan pilihan”.
Kita harus bangkit, bergerak. Yang diperlukan sekarang ini adalah koordinasi yang rapi.
Mari bahu membahu.

“Memang banyak kelemahan SDM kita di pemerintahan. Tapi mari sama-sama kita bangkit. Nampaknya gempa ini adalah cara Allah untuk merubah kita, merubah ke arah yang lebih baik”.
Para OPD harus segera berbenah, tugas sebagai aparat pemerintahan daerah harus segera berjalan. Semua kedukaan ini, harus menjadi pupuk bagi masa depan Sulbar yang baik.

Dalam kondisi kedukaan, mari saling menjaga perasaan, kita semua korban. Ingatlah bahwa kita saat ini selamat karena Allah memberikan kesempatan hidup pada kita. Maka umur yang diberikan ini agar digunakan sebaik-baiknya. Salinglah mengasihi. Jagalah semua setiap perkataan, teduhkanlah suasana, saat ini yang diperlukan adalah bantuan, bukan hujatan.

Orang Mandar dikenal mempunyai sifat-sifat yang malabbiq, umumnya rendah hati, namun pandai, taat ibadah, pekerja keras, dan tabah. Saya ingin mengingatkan hal ini, agar menjadi sumber inspirasi bagi semua yang menghuni Tanah Mandar. Rakyat Sulbar bukan hanya orang Mandar, tapi juga orang Bugis, Makassar, Toraja, Jawa, Bali, NusaTenggara, dan lainnya. Tanah Mandar adalah milik kita bersama.
Raison d’etre dari berdirinya Sulbar adalah agar rakyat dapat menjadi lebih terurus, sejahtera, serta bermartabat. Namun Amat banyak kelemahan kita, SDM memang lemah tapi percayalah, hambatan, bukanlah alasan untuk kita berhenti. Hambatan, adalah rintangan yang harus kita lompati. Mari menukar kedukaan kita ini, musibah ini agar menjadi berkah yang kita olah bersama.

Saya juga ingin mengingatkan, masih panjang perjalanan kita. Pasca gempa, mungkin masih ada gempa susulan, ada potensi longsor, banjir. Pasca gempa masih panjang perjalanan untuk membangun kembali. Mari kita hapus airmata kita, kita hapus amarah kita, luka kita, mari saling bangun kembali Tanah Mandar warisan leluhur. Mari jadi kuat banget-banget dan indah banget-banget”. Demikian, disampaikan Kak Yuyun, yang juga merupakan Dewan Pakar Propinsi Sulbar, menutup perjumpaannya.(A/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed