oleh

Pemerintah Pusat Agar Kepala Daerah Diminta Proaktif Sosialisasikan Vaksin

LAPISNEWS. COM, MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Muhammad Idris menghadiri Rapat Koordinasi kesiapan vaksin dan kesiapan penegakan protokol kesehatan tahun 2021 , bersama Kemendagri melalui video conference di Ruang Oval Lantai 3 Kantor Gubernur, Selasa 5 Januari 2021.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam vidcon tersebut  memastikan vaksinasi covid-19 perdana akan dilakukan Rabu, 13 Januari 2021.

Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan di Jakarta, oleh Bapak Presiden,  Ia berharap penyuntikan diprovinsi juga segera di ikuti di hari Kamis, 14 Januari paling lambat hari Jumat, 15 Januari 2021

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu mengatakan, pada saat penyuntikan dibuat Kepala daerah juga diminta untuk memastikan fasilitas kesehatan terdaftar dalam aplikasi P-care BPJS yang menampilkan pendataan dan input data fasilitas kesehatan “mampu vaksin” yang dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.“Karena kalau tidak terdaftar, maka faskes tidak dapat memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19,” Kata Budi.

Budi Gunandi Sadikin juga meminta kepala daerah untuk mempersiapkan orang-orang yang akan mendapatkan prioritas program vaksinasi, yang akan dibagi menjadi dua tahap

“Bapak/Ibu gubernur, kepala daerah, tolong persiapan, pilih orangnya, karena tanggal 14-15 kita akan mulai lakukan vaksinasi di daerah, terutama provinsi. Kemudian untuk proses vaksinasi, terutama tenaga kesehatan, tolong dibagi dua tahap,” ujarnya

Mendagri, Muhammad Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk proaktif dalam mempersiapkan dan menyosialisasikan program vaksinasi yang akan dilakukan secara serentak di 34 provinsi, secara bertahap, mulai pekan depan.

Lebih lanjut, Tito mengatakan, penyuntikan vaksin kemudian akan dilakukan di daerah. Sehingga, ia meminta kepala daerah untuk turut serta memastikan dan hadir langsung dalam proses penyuntikan vaksin.

“Harus ada sosialisasi, ada tahapan dan sosialisasi yang harus disampaikan kepada masyarakat, agar tidak terjadi rush, tidak terjadi kerusuhan,” kata Tito.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik dalam program vaksinasi gratis bertahap.
Tito berharap kepada seluruh kepala daerah untuk dapat mengatur proses vaksinasi agar tidak terjadi keributan. “Karena vaksin seolah seperti emas, bisa rebutan, menimbulkan kerumunan, dan lain-lain,” tutupTito.

Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan perkembangan tentang kasus aktif covid-19 secara nasional posisi kita berada pada angka 14,26 persen dan mengalami penurunan selama dua bulan terakhir dengan jumlah yang cukup besar.

Doni Monardo juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mengaktifkan posko penanganan covid-19 guna pencegahan covid-19, serta mensosialisasikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. (jimi/a)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed