oleh

Sulasih Disiksa, Azis Syamsuddin: Cepat Tangani, Ini Tak Bisa Dibiarkan

LAPISNEWS. COM, JAKARTA* – Kembali, peristiwa penyiksaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mencuat ke permukaan dan menjadi santapan media. Kali ini menimpa Sulasih, warga Karanganyar, Jawa Tengah. Kabar ini sudah sampai ke telinga Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

”Kabar terakhir yang saya terima, pejabat KJRI Jedah, sudah mengecek keadaan TKI kita di salah satu RS Arab Saudi. DPR meminta KJRI terus memantau perkembangannya. Cepat lakukan langkah aktif untuk membantu Sulasih,” terang Azis Syamsuddin dalam keterangan resminya, Minggu (15/11/2020).

Peristiwa ini, sambung Azis Syamsuddin, mengingatkan kita kepada peristiwa-peristiwa serupa yang menimpa TKI.

”Ini sudah pelanggaran berulang kali. Penanganan korban TKI harus cepat dan terang-benerang. Dan langkah hukum terhadap pelaku harus pula dikedepankan. Ini tak bisa dibiarkan ya,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Memperlakukan tenaga kerja dengan tidak baik sudah merupakan pelanggaran dari Undang-Undang ketenagakerjaan apalagi sampai menyiksa.

”Jangan lagi ada Sulasih-Sulaih lainnya yang menjadi korban. Saya prihatin mendengar ini, apalagi korban mengalami penyiksaan berupa mata disiram air klorin yang menyebabkan biru-biru dan sulit dibuka. Ini keterlaluan,” timpal Azis Syamsuddin.

Kedua tangannya diduga disetrika, wajah bengkak seperti bekas dipukuli, dan kemaluannya diduga diinjak-injak oleh majikan perempuan, yang merupakan istri dari seorang perwira muda imigrasi di Jeddah.

Azis Syamsuddin juga berharap, komunikasi intens yang dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) termasuk Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dengan Pemerintah Arab Saudi dapat menghasilkan hal positif dari peristiwa ini.

”DPR terus memantau perkembangan yang terjadi. Kami menaruh harapan kasus ini tuntas. Korban segera membaik, dan komunikasi di lingkaran KJRI dengan Pemerintah Arab Saudi berjalan smart,” terang Azis Syamsuddin. (ful)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed