by

163 KLIEN PROGRAM ASIMILAS DAN INTEGRASI PB/CB DIAWASI 16 PEMBIMBING KEMASYARATAN (PK) BAPAS POLEWALI MELALUI DARING AKIBAT COVID-19

-Hukum-193 views

Lapisnews.com, Polman – Balai Pemasyarakatan Kelas II Polewali menerima 163 klien terkait Pelaksanaan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 dan Kepmenkumham Nomor : M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, klien tersebut terdiri dari Narapidana Dewasa dan Anak yang akan menjalani Program Asimilasi Rumah maupun Integrasi PB/CB.

Setelah dibebaskan dari Lapas atau Rutan, narapidana tersebut akan diawasi oleh pihak Bapas Kelas II Polewali. Pengawasan akan dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) kepada para klien dengan cara daring.

“Pihak kami menerima sebanyak 163 klien dari Lapas/Rutan, 162 klien diantaranya akan menjalani program Asimilasi dan 1 klien menjalani Program Integrasi. Semua klien tersebut akan diawasi oleh 16 Petugas PK yang kami miliki” Jelas Kepala Bapas Kelas II Polewali, Hery Kusbandono saat kami temui di Halaman Kantornya.

Kondisi darurat akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mengakibatkan Pengawasan terhadap klien harus dilakukan secara daring. Dalam pelaksanaan pengawasan, setiap Petugas PK akan mengawasi 10 sampai 11 klien melalui aplikasi Whatsaap, Telepon, SMS, atau Video Call.

“Situasi saat ini tidak memungkinkan petugas kami untuk terjun langsung menemui klien dirumahnya, jadi kami mengarahkan secara daring saja melalui aplikasi WA, Video Call, atau ditelepon maupun di SMS” jelas Hery Kusbandono.

Berdasarkan surat edaran, Pengawasan Program Asimilasi dilaksanakan sekali dalam seminggu sedangkan Program Integrasi Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) dilaksanakan sekali dalam Sebulan.

Dari Hasil Pengawasan tersebut akan kami buatkan laporan yang akan dikirim ke Lapas/Rutan dan juga Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulawesi Barat.

Setelah beberapa hari ini melakukan Pengawasan, Petugas PK Bapas Kelas II Polewali menemui sedikit kendala. Seperti klien yang sulit untuk dihubungi karena sinyal jaringan telepon yang bermasalah sehingga nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

“beberapa klien sempat tidak aktif nomornya karena jaringan di tempat tinggalnya bermasalah, namun keesokan harinya kami hubungi kembali Alhamdulillah sudah diangkat, dan klien tersebut sudah berada di rumahnya dan dalam keadaan sehat” Ucap Herman Malik salah satu Petugas PK Bapas Kelas II Polewali.

Lebih Lanjut Herman Malik mengatakan, melihat permasalahan tersebut kami Petugas PK Bapas sepakat untuk mengumpulkan nomor telepon keluarga dekat dari klien untuk mengantisipasi apabila nomor klien tidak aktif. Jadi koordinasi juga kami jalin dengan keluarga klien agar memudahkan dalam mengontrol kondisi dan keadaan klien selama berada di rumah.

Apabila klien yang menjali program asimilasi dan program integrasi PB/CB melakukan pelanggaran, Herman Malik secara tegas mengatakan akan melakukan pencatatan pelanggaran dalam laporan pengawasan yang kemudian akan dikirimkan ke masing-masing Lapas dan Rutan.

Pelanggaran tersebut akan mendapat tindakan setelah masa darurat Covid-19 berakhir.

“jika ada yang melakukan pelanggaran atau tidak patuh terhadap aturan yang disepakati, kami akan melakukan pencabutan asimilasi dan integrasi. Kami akan tegur sebanyak 3 kali, kemudian kami buatkan usulan pencabutan asimilasi ke Kepala Lapas atau Kepala Rutan masing-masing dan usulan pencabutan integrasi PB/CB ke Dirjen Pemasyarakatan. Tegas Herman Malik saat ditemui di ruangan Sub Seksi BKD Bapas Polewali.

Bapas Polewali hingga tanggal 7 April 2020 telah menerima 163 Klien dengan rincian, Lapas Kelas IIB Polewali sebanyak 46 klien asimilasi dan 1 klien integrasi PB/CB, Rutan Kelas IIB Majene sebanyak 33 Klien Asimilasi, Rutan Kelas IIB Mamuju sebanyak 48 Klien Asimilasi, Rutan Kelas IIB Pasangkayu sebanyak 21 Klien Asimilasi, Lapas Kelas III Mamasa sebanyak 3 Klien Asimilasi, LPP Mamuju sebanyak 8 Klien Asimilasi dan LPKA Mamuju sebanyak 3 klien Asimilasi.(Kris/*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed