by

Polres Bone Bolango Kasus Penganiayaan Ada Unsur Kesengajaan Di Ulur Ulur

-Hukum-2,709 views

LAPISNEWS. COM, GORONGTALO – Polres Bone Bolango Terlalu Lambang dalam menangani Kasus Penganiayaan Orang Tua Kami Sofyan Kui, Kasus penganiayaan menimpah Orang tua kami bernama Sofyan Kui, terjadi pada malam Sabtu (7/12) Beberapa Bulan Lalu sekitar pukul 00 : 30 WITA oleh pelaku Inisial (YH) beralamat di Kec. Suwawa Desa Tinelo Dusun 02 Bone Bolango Prov. Gorontalo terus disidik polisi. Hanya saja, hingga saat ini pelaku yang melakukan penganiayaan, belum ada kepastian baik dari penyidik maupun dari Polres Bone Bolango.

Salah satu Anak korban warga Desa Kec. Suwawa Desa Tinelo Dusun 02 Kab Bone Bolango Prov. Gorontalo Sultan Kui, Misna Kui juga Ercilawaty kui dan Ratna Kui. hal ini disampaikan lewat Telpon Misna Kui juga Sultan Kui menjelaskan kedatangan dirinya kekantor polisi untuk mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan penganiayaan, Orang Tuanya Sofyan Kui, bahwa ia telah melaporkan sejak Tanggal (8 Desember 2019).

Ia pun menilai pihak penyidik ada kesan tidak terbuka memproses kasus ini, bahkan sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya dari Penyidik Kepolisian Bone Bolango. seakan akan kasus ini ada unsur kesengajaan di ulur ulur. Tambah dia, selain terkesan tertutup pihak kepolisian lambat, dan tidak serius menangani kasus yang menimpa Orang Tua Kami.

“Semestinya sudah ada penyelesaiannya, ini kasus Penganiayaan, kami sangat kecewa dengan kinerja pihak penegak hukum di Polres Bone Bolango,”

Kami Pihak Korban Mulai Curiga jangan jangan ada permainan karena sudah hampir 3 (“TIGA Bulan Belum Ada Kepastian Hukum dan diperlambat, Ada Apa,??”). keluhnya

Kami butuh jawaban yang pasti kalau memang penegak Hukum kepolisian Polres Bone Bolango tidak mampu untuk menuntaskan berikan jawaban di depan seluruh keluarga kami kalau perlu panggil media untuk memberikan jawaban bahwa kasus ini bukan penganiayaan dan bukti fisun berikan jawaban bahwa itu tidak benar.

“Kami butuh jawaban dari pihak Kepolisian Polres Bone Bolango jangan di ulur ulur”. (ER3)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed