by

DANDIM 1418/MAMUJU KOLONEL INF SUYITNO, S.I.P SAMBANGI KADIVRE BULOG KAB. MAMUJU

-TNI-543 views

Lapisnews.com, Mamuju – Komandan Kodim (Dandim) 1418/Mamuju Kolonel Inf Suyitno, S.I.P selaku Dandim berpangkat Kolonel pertama di prov Sulbar tak kenal lelah melaksanakan silaturrahmi dan pendekatan baik kepada instansi instansi pertikal dan non partikal di Kab. Mamuju dan Mamuju Tengah termasuk para tokoh-tokohnya.(28/08/2019)

Sebelum Dandim memulai percakapannya beliyau terlebih dahulu minta maaf apabila kunjungan saya ini terkesan dadakan, saya yakin bapak Kadivre Bolog Mamuju dapat memahaminya.”Kata Dandim

“Lanjut kata Dandim, bahwa sebagai orang baru harua mendatangi untuk bersikaturrahmi dan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, karena sebagai pejabat Dandim yang baru tentunya memerlukan banyak informasi dan masukan agar dapat menemukan pokok pokok permasalahan yang ada di wilayah selama ini, sehingga dengan demikian kami selaku Apkowil sekaligus sebagai bahagian dari Forkopinda bisa memberikan masukan kepada Bapak Bupati tentang apa yang menjadi skala perioritas dalam pembangunan wilayah kedepan khususnya di Kab. Mamauju Ini.

Dengan lebih banyak berjalan dan silaturahmi dengan para forkopinda sampai kepada instansi terkait tentunya ini saya lakukan sebagai belanja masalah tentang situasi wilayah saat ini, sehingga kedepan saya selaku Komandan Kewilayahan dapat mengantisifasi kemungkinan kemungkinan yang akan timbul, baik dari sudut pandang Hankam maupun dalam sudut pandang Ipoleksobud yang berkembang di wil Kab. Mamuju dan Mamuju Tengah.

“Kadivre Bulog Mamuju bapak Yasir mengatakan bahwa dengan kunjungan bapak Dandim Mamuju ini merupakan supraise dan saya merasa sangat terhormat karena di datangi oleh bapak Dandim Mamuju yang seharusnya justru sayalah yang harus mendatangi bapak Dandim.

Situasi saat ini bulog sangat miris hal ini bila dihadapkan dengan situasi musim kemarau yang panjangan sehingga ada beberapa daerah di wil Mamuju yang gagal panen diantaranya di Kec. Kalukku, gagal panen ini di sebabkan karena kurangnya debit air yang tersedia sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan air untuk mengaliri persawahan kelompok tani.”ujar Kadivre

Alhamdulillah pak Dandim meskipun demikian masih ada wilayah kita yang sempat panen saat ini yaitu di daerah Toabo dimana para petani dgn terpaksa memanen padinya bukan pada usia panen dan masih terbilang masih hijau, setelah kami cek semua dikarenakan debit air sdh sangat rendah sehingga jml kebutuhan air sdh mulai berkurang dan petani takut tanamannya mati. demijian menutup petemuan kali ini. (Mkr/Uchu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed