by

Mewakili Bupati Sekda Mateng H. Askary Resmi Menyerahkan Rancangan KUA – PPAS Tahun 2020 Ke DPRD Mateng

-Daerah-164 views

LAPISNEWS.COM, MATENG – Rapat Paripurna DPRD Mateng, yang dipimpin Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras dan dihadiri oleh Sekda Mateng, H. Askary, dan beberapa Anggota DPRD Mateng, Staf Ahli Bupati Mateng, dan Kepala SKPD di Lingkup Pemda Mateng dan Pabung TNI Kodim 1418 Mamuju.

Sekda Mateng, H. Askary menyampaikan, sambutan tertulis Bupati Mateng H.Aras Tammauni, penyusunan Rancangan KUA memuat beberapa masalah, diantaranya indikator ekonomi dan upaya pemecahan masalah yang muncul dan berkembang dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, monitoring dan evaluasi serta Musrenbang.

Askary menambahkan bahwa KUA sifatnya strategis dan merupakan tahapan awal yang memuat kebijakan kebijakan pemerintah, baik disektor pembangunan dan kemasyarakatan yang lebih dan menjadi pedoman penyusunan PPAS dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD.

Lanjut bahwa substansi dari PPAS mencerminkan prioritas pembangunan suatu Daerah yang dengan sasaran yang ingin dicapai termasuk program prioritas seluruh SKPD terkait. PPAS dapat menggambarkan pagu anggaran berdasarkan program kegiatan SKPD.

Untuk PPAS tahun 2020 Sekda Mateng Askary, merupakan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD, serta pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD, yang dalam penyusunannya mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan, peluang yang ada di Daerah dan mempertimbangkan kearifan lokal.

gambaran komposisi pendapatan, belanja serta pembiayaan Daerah Kab Mateng pada Rancangan KUA-PPAS APBD tahun 2020 yaitu, pendapatan Daerah sebesar Rp 694.773.307.102 dengan sumber pendapatan daerah meliputi pendapatan asli daerah Rp 47.181.970.102. Dana perimbangan Rp 566.042.526.000.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 81.548.811.000. Belanja daerah Rp 693.298.258.219 dengan pengalikasian belanja daerah meliputi belanja tidak langsung Rp 317.362.234.993 dan belanja langsung Rp 375.936.023.226.

Pembiayaan daerah meliputi penerimaan pembiayaan daerah Rp 21.691.616.896 dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp 23.166.665.780.
Dengan melihat komposisi tersebut maka Pemerintah Daerah mengalami defisit anggaran sebesar 2,83 persen.

dalam rancangan KUA tahun 2020, Pemerinta Daerah sesuai dengan amanat UU mengalokasikan anggaran Dana Desa dari APBD sebesar 10 persen, urusan kesehatan sebesar 20,70 persen.

Lanjut Askary bahwa dilingkungan Dinas Pendidikan Tidak Mencapai target 20 persen, namun demikian ada peningkatan yaitu 18,75 persen atau naik 2,04 persen dari tahun 2019.

Perlu Kita sadari bersama bahwa pada APBD tahun 2020 kemampuan keuangan sangat terbatas.Tapi dengan niat yang baik dari kita semua, maka pemerintah daerah tetap bersungguh sungguh berupaya secara bertahap mewujudkan good will, komitmen dan konsisten dalam mengemban tugas yang berpihak secara langsung kepada seluruh masyarakat Mamuju Tengah. (ER3/*)

banner 728x90

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed