by

Tiga Kecamatan di Sidrap Kena Babjir

LAPISNEWS.COM, SIDRAP — Musibah banjir bandang terjadi di tiga Kecamatan di wilayah timur Kabupaten Sidrap sejak Sabtu-Minggu, (8-9) Juni.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap hingga kini masih terus melakukan pendataan terhadap korban banjir.

Kepala BPBD Sidrap, Siara Barang mengatakan, bahwa banjir saat ini sudah mulai berangsur-angsur surut. Kendati demikian warga diminta tetap waspada banjir susulan.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir itu, namun sejumlah fasilitas umum banyak yang rusak. Saat ini anggota masih terus melakukan pendataan,” katanya.

Berdasarkan data sementara BPBD Sidrap banjir yang terjadi di Kecamatan Dua Pitue menenggelamkan sedikitnya 1.610 hektare persawahan.

Di Tanru Tedong jumlah rumah yang terdampak sebanyak 1.002 Kepala Keluarga (KK) dan kurang lebih 770 hektar area persawahan dengan usia tanam 20 hari tenggelam.

Sementara, rumah yang rusak karena banjir itu yakni rumah Alwi terdapat tiang rumahnya yang dibagian depan sudut kiri patah.

Begitu juga rumah milik I Majang, jambangnya jebol. Rumah milik Kasturi, Ilibu, Wahidah, bagian belakang rumahnya hanyut terbawa arus banjir. Begitu juga dinding rumah Rudi warga lainnya rusak.

Sementara di Desa Salobukkang jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak kurang 450 KK dan kurang lebih 100 Ha area persawahan dengan usia tanam 14 hari.

Tak hanya itu, sebuah jembatan tergenang air, tanggul 50m jebol, 3 sekolah tergenang. Adapun rumah rusak ringan dan sedang yakni milik Wa’ Bada, Ruslan, dan Jumri.

Kemudian di Salomallori, total rumah warga yang terdampak 200 rumah terendam dan 740 hektar area persawahan dengan usia tanam 30 hari.

Sekolah yang terdampak banjir yakni SDB 10 Tanru Tedong, SDN 17 Tanru Tedong, SMA 3 Sidrap, SMA Indra Karya, Madrasa Ibtidaiyah Salomallori, MTs Salomallori, dan TK Al Iklas Salomallori.

Kemudian di Kecamatan Pitu Riawa total areal persawahan yang terkena banjir 1.089 Ha dengan rincian di Desa Ajubisue terdapat sawah 12 hektar umur tanam 40 hari rusak berat, satu titik saluran irigasi juga rusak.

Berikutnya di Desa Ana banna, ada 400 ha sawah rusak umur tanam 40 hari, 10 titik tanggul sungai jebol. Kemudian di Desa Lasiwala, ada 500 ha sawah rusak umur tanam 1 bulan.

Selanjutnya di Desa Dongi, ada 2 ha sawah rusak umur tanam 40 hari. Di Desa Betao Riase, ada 10 hktr sawah rusak umur tanam 60 hari.

Selanjutnya, di Desa Betao Riawa, ada 5 ha kebun jagung umur 50 hari rusak. Di Desa Bulu Cendrana, 13 ha sawah rusak umur tanam 40 hari. Desa Otting, ada 147 ha sawah rusak umur tanam 35 hari.

Kemudian di Kecamatan Pitu Riase masih dalam pendataan. Hingga saat ini BPBD Sidrap masih terus melakukan upaya peninjauan ke lokasi.

Mereka juga masih terus melakukan koordinasi bersama pemerintah setempat, Assesment dan Dokumentasi.

Mereka juga mengarahkan kendaraan di jalan Poros Tanru Tedong dan mengevakuasi masyarakat yang terjebak banjir dengan menggunakan perahu lipat BPBD dan alat seadanya.

Terpisah, Sekda Sidrap, Sudirman Bungi saat ditemui dilokasi banjir menyebutkan bahwa hingga saat ini bantuan terus diberikan kepada korban banjir.

“Sudah ada dapur umum dan posko didirikan di lokasi. Begitu juga dengan tim kesehatan sudah di standbykan jika sewaktu-waktu ada warga yang terganggu kesehatannya,” kata Sudirman Bungi. (I/*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed