by

Mengantisipasi Stunting Dengan Rencana membangun Kampung Gizi

Lapisnews.com, Mateng – Setiap daerah memiliki masalah di bidang kesehatan masyarakat. Salah satunya, soal status stunting atau gizi buruk. Permasalahan ini semestinya disosialisasikan ke seluruh pemangku kepentingan terkait agar isu stategis nasional ini mampu diminimalisir.

Masalah gizi buruk atau stunting Memungkinkan, Kabupaten Mamuju Tengah sebagai bagian atau salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat bertanggung jawab atas bantuan anggaran gizi di tengah-tengah masyarakat dengan segera melakukan Gerakkan Masyarakat Sadar Gizi (Germas Darzi).

Lebih dari itu Provinsi Sulawesi Barat merupakan provinsi tertinggi Belita Kurang (kurus) dan merupakan provinsi tertinggi kedua Belita Pendek (Stunting), dan merupakan tertinggi kedua Belita Sangat Kurus (Wisting) terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, Setya Bero yang saat ini tengah mengikuti pelatihan kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II tahun 2019, yang diadakan di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, membuat sebuah proyek yang terdiri dari ‘Proyek Perubahan Gerakkan Masyarakat Sadar Gizi atau Germas Darzi’ guna diimplementasikan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Setelah melakukan analisis tentang masalah sekian wilayah di Mamuju Tengah, Sulbar, “kami membahas topik tentang perbincangan tentang perbaikan gizi” dengan melalui gerakan masyarakat sadar gizi ”. kata Setya Bero.

Stunting itu adalah status gizi, kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang terjadi pada anak usia Nol sampai pada usia 2 tahun. Kita bahas dalam pembaharuan gizi, orang sehat saja yang bekerja maka pertahankan itu hanya mencapai 30%, kemudian yang 70% yang menjadi akar masalah yang harus dimasuki oleh seluruh pemangku kepentingan terkait

“Untuk itu dalam proyek perubahan ini saya menggagas yang disebut Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Germas Darzi) dimana program kegiatan ini untuk mendesain sebuah kampung atau Desa menjadi Desa sadar Gizi. Untuk Percontohan tahun ini ada dua kecamatan yaitu Kecamatan Topoyo yaitu Desa Waeputeh dan Desa Kabubu dan Kecamatan Tobadak yaitu Desa Mahahe dan Desa Bambadaru. Nantinya ke 4 Desa ini kami akan lahirkan surat keputusan Bupati tentang kampung Gizi sebagai persetujuan di dalamnya.

Kemudian kegiatan- kegiatan yang ada di kampung gizi adalah kita akan melakukan revitalisasi posyandu, bagaimana posyandu ini dapat menarik agar diminati anak-anak dan kemudian kita tingkatkan pengetahuan ibu hamil.

Kita akan mendesain kampung gizi dengan membuat percontohan yang kita kerja samakan dengan ibu ibu di Desa yang nanti terintegrasi dengan ketahanan pangan dengan kelompok wanita tani. Pekarangan itu kita buat bersama kemudian kita tanami jadi ketersedian makanan minimal sayur dan kebutuhan sehari-hari bisa dipetik hasil.

Kemudian kita akan melakukan intervensi makanan terhadap ibu hamil yang membantah. Terhadap balita yang mengalihkan status gizi kurang atau gizi buruk, kita akan memberikan terapi makanan tambahan dan kita kontrol secara keseluruhan dan kita akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Desa itu.

ia menambahkan, dalam Kegiatan ini kita akan melakukan pameran makanan dari beraneka makanan yang bergizi. Kemudian nanti kita lombakan pemamfaatan pekarangan rumah antar kelompok, dengan harapan agar menjadi masyarakat yang sadar Gizi dan ini merupakan esensi dari pada masyarakat sadar Gizi, ”. kuncinya. (Abs / *)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed