by

Bupati dan BMKG Himbau Pengungsi Sumarorong Segera Kembali Ke Mamasa

-Daerah-1,148 views

LAPISNEWS.COM,  MAMASA – Bupati Kabupaten Mamasa Dr. H. Ramlan,MH bertempat di Pelataran Sekolah SD Inpres Tabone Sumarorong pada Rabu (7/11) didepan ribuan pengungsi secara resmi menghimbau agar segenap Pengungsi yang berjumlah 5.000 orang segera kembali ke Mamasa. Hal tersebut disampaikan Bupati setelah pihak BMKG Sulselbar memberi penjelasan kepada Pemerintah bahwa Gempa Di Mamasa tidak berpotensi terhadap timbulnya hal-hal yang fatal.

Bupati menjelaskan bahwa warga Mamasa berjumlah 5.000 orang panik dan meninggalkan Mamasa, karena mereka terkontaminasi dengan Issu-Issu yang tidak memiliki dasar.  Masyarakat dengan sendirinya mengembangkan Issu dari mulut kemulut hingga menjadi viral dan melahirkan sebuah kepanikan yang berlebihan. Selain Itu Bupati Mamasa juga menghimbau agar layanan publik di Fasilitas Umum dan Pemerintah tetap berjalan normal seperti biasanya.

Selain Bupati Kapolres Mamasa AKBP. ARIANTO,SE.MM juga menyampaikan hal yang sama. Kapolres menyampaikan bahwa situasi keamanan di Mamasa menjadi Tanggung Jawab Pihak Polres Mamasa bersama segenap Kepolisian Polres Mamasa.

Selanjutnya Kapolres menjelaskan bahwa penyebar berita bohong alias Hoax akan ditindak tegas oleh Pihak Kepolisian.
Sekedar diketahui bahwa Gempa yang mengguncang Mamasa beberapa hari terakhir ini membuat kepanikan yang luar Biasa, olehnya itu Pihak BMKG sulselbar didepan ribuan pengungsi juga menjelaskan persoalan Gempa di Mamasa.

BPG Ahli dari BMKG Sulselbar KARNAEN juga menjelaskan bahwa Gempa di Mamasa tidak seperti Gempa yang terjadi Di koro Palu Sulteng.  Gempa yang terjadi Di Mamasa merupakan Gerakan Bumi dan dianggap wajar-wajar saja.  Fenomena Gempa Bumi menurut KARNAEN sama sekali tidak berpotensi menimbulkan hal-hal Fatal.  Hanya saja Terjadinya Gerakan Bumi di Kabupaten Mamasa di beberapa titik memberikan isyarat agar masyarakat tetap waspada dalam kondisi tidak panik.  Olehnya itu, BMKG menghimbau masyarakat agar tetap waspada dengan cara masyarakat menjauhi tebing, dan Bangunan-bangunan bertingkat.  (JOIN DPD MAMASA

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed