by

Tak Mesti Ada Aksi Bela Tauhid

-Nasional-412,664 views

LAPISNEWS.COM, Mamuju – Rencana aksi yang digawangi oleh masaa yang mengatasnamakan Aliansi Umat Islam Bela Tauhid, usai Shalat Jumat ini, mestinya dibatalkan oleh Kepolisian.

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris FKPT Sulbar kepada beberapa wartawan, Jumat (2/11/18) pagi.

Menurut Ashari, aksi yang dilakukan dipusatkan di Masjid Suhada Mamuju usai shalat Jumat, gangguan yang diperlukan dalam Undang-undang dan Peraturan.

“Sesuai penelusuran kami, aksi ini tidak diberitahukan 3 hari sebelum aksi dilaksanakan. Itu berarti menyalahi aturan yang ada,” kata Ashari Rauf.

Menurut Ashari, aksi itu juga dikhawatirkan dapat memprovokasi umat Islam lainnya.

“Jika tuntutannya karena persoalan aksi pembakaran bendera HTI di Garut, maka mestinya tak perlu ada aksi berjilid-jilid seperti ini. Kita khawatirkan umat jadi terprovokasi,” katanya.

Apalagi, kata dia, persoalan di Garut sudah ditangani secara profesional oleh pihak Kepolisian.

“Sehingga tak mesti ada provokasi seperti ini. Biarkan kepolisian bekerja sebaik mungkin. Apalagi, situasi jelang Pilpres seperti ini, isu apa saja bisa digoreng dan melebar kemana-mana. Buktinya di berbagai daerah, isu yang disuarakan jadi melebar kemana-mana,” jelas Ashari.

Jika aksi tetap berlangsung, lanjut Ashari, Kepolisian harus menyusun pengamanan seoptimal mungkin. Kepada jamaah Masjid Suhada, berarti agar tidak ikut terprovokasi dengan ajakan aksi itu.

“Tidak ada pertanggungjawaban, Muhammad Idhar yang seharusnya Ketua dari aksi massa itu adalah simpatisan pendukung Khilafah yang selama ini digembar gemborkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Olehnya, kita yakin Shalat Jumat bisa berjalan khusyuk, dan kami doakan daerah kita aman-aman saja,” tutup Pengurus mantan KNPI Mamuju dua periode ini. (A / *)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed