by

Ketika Camat Binuang Bacakan Amanat Ketua Kwartirnas Pramuka

LAPISNEWSCOM, POLMAN – Gerakan Pramuka yang usianya ke 57 (1961-2018) yang setiap tahunnya diperingati dan tidak sama suasana dan kondisi ketika dilahirkan, pramuka baru dinikmati kaum muda.

Pramuka hendaknya dapat mengikuti perkembangan zaman dan tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini. Pramuka harus menangkap fenomena ini dalam era kebebasan berkomunikasi, bahkan sebagian besar adik-adik kita merupakan generasi Cyber yang online setial saat selalu update statusnya dan mengungkapkan kondisi secara realtime dalam media sosial.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nasional, Dr. Adhiyaksa Dault, S.H., M.Si dalam sambutan tertulisnya dibacakan Camat Binuang Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulbar, Budiaty Bestari ketika bertindak sebagai pembinan upacara Apel Gerakan Pramuka tingkat Kwarca Kecamata Binuang, Sabtu (18/8-2018) bertempat diarea Pelabuhan Tanjung Silopo Desa Mirring Kecamatan Binuang

Menurut Adhyaksa Dault, pembanguan karakter bangsa menjadi focus kita kini dan kedepan pembangunan sumber daya manusia harus sejalan dengan pembangunan fisik karena kunci keberhasilan pembangunan terletak pada sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Ketia Indonesia memperingati 100 tahun kemerdekaannya pada tahun 2045 dan disaat ini diantara anggota aktif Pramuka yang tersebar di pelosok tanah air akam menjadi pemimpin masa depan”, ungkap Adhyakasa Dault.
Bangsa Indonesia,

lanjut Adhyaksa Dault, hendaknya dapat membangun manusia yang memiliki karakter serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia atau kaum muda cerdas menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga kaum muda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya dan menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia.

Dalam amanatnya, Adhyaksa Dault mengkan, sebagai tahun politi yang ditadai dengan penyelenggaraan pilkda Gubernur dan Bupati maupun walikota secara serentak beberapa bulan lalu dan pencalonan anggota legislatif 2019, baik daerah maupun pusat, bahkan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019 mendatang,

situasi politik pasca jelang dan sesuad pesta demokrasi itu situasinya dipastikan panas.

Sehingga diharapkan anggota Pramuka diseluruh jenjang hendaknya dapat memberikan kesejukan dan jangan terlibat dalam hiruk pikuk perpolitikan, meski sebagai warga Negara Indonesia yang mempunyai hak politik dan sebagai organisasi pendidikan luar sekolah, jangan terlibat dalam kegiatan politik praktis, tegas Adhyaksa Dault.. (Andira Mordani)

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed