by

Disebut “SETAN”, Camat, dan Kades Tuntut Ketua Fraksi PPP

-Hukum-886 views

LAPISNEWS.COM, Polman – Akibat Stagment pernyataan dilontarkan oknum anggota DPRD Polewali Mandar provinsi Sulbar yang juga Ketua Fraksi PPP, “SMS” pada saat melakukan kampanye Dialogis di desa Lego kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar, dimana PPP merupakan partai pengusung salah seoang kandidat Calon Bupati dan Wakil bupati Polewali Mandar 2018 dan oknum “SMS” itu salah satu Tim jurkam pada kandidat tersebut.

“Puluhan Perwakilan kepala desa dari 144 desa dan seorang Camat dari 16 kecamatan di Kabupaten Mandar didampingi Ketua APDESI DPC Polewali Mandar, Darwis Kawandi dan Camat Balanipa. Arifin Halim mendatangi gedung DPRD Polman, Rabu ( 18/4-2018), pukul 14.00 wita

“Kedatangan tersebut untuk menyampaikan aspirasinya tentang adanya pernyataan dilontarkan salah seorang oknum anggota DPRD Polewali Mandar berinisial “SMS” bahwa Kepala dusun, kepala desa dan Camat adalah “SETAN” dan juga menuding bahwa semua bangunan Rabat Beton di desa di Kabupaten Polewali Mandar tidak ada satupun yang benar pekerjaannya.

Para delegasi perwakilan kepala dusun dan serta Camat diterima langsung oleh Ketua Badan kehormatan DPRD Polman, Abd Manaf Idroes, S.Sos didampingi Wakil Ketua BK, H. Hilal Danial dan anggota masing-masing, Hamzah Syamsuddin dan M.Said Sidar, SE termasuk Kabag Umum Setwan, H. Talib beserta staf bertempat di ruang aspirasi.

“Dalam suratnya Bernomor: 02/ DPC-APDESI/ IV/ 2018. Perihal Tuntutan atas dugaan Pelecehan Lembaga Kepala Desa dan Kepala Dusun, yang ditandatangani Ketua APDESI DPC Polman, Darwis Kawandi dan Sekretaris, Husain Nawaw disampaikan kepada Ketua Badan kehormatan DPRD Polman, Abd Manaf Idroes, S.Sos didampingi Wakil Ketua BK, H.Hilal Danial dan dua orang anggota BK, Hamzah Syamsuddin dan Said Sidar, SE termasuk Kabag Umum Setwan Polman,dan staf.

“Dalam suratnya dibacakan Ketua DPC APDESI Polman, Darwis Kawandi berisi tiga tuntutan kepada oknum anggota DPRD “SMS”, yakni (1). Melakukan klarifikasi atas perkataan “SETAN” tersebut, apa alasannya dan disertai bukti-bukti.

(2). Dengan tuduhan bahwa semua Pekerjaan Rabat Beton di desa di Polewali Mandar (Polman) tidak satupun yang benar, yang secara otomatis mengandung arti bahwa kami di desa menyalahi RAB, dan melanggar aturan yang ada, oleh karena itu harap didiejalskan tuduhan tersebut dan mana bukti-buktinya.

“Dan (3). Apabila pernyataan diatas diakui kesalahan oleh oknum tersebut, aka menuntut agar yang bersangkutan memohon maaf secara terbuka, baik di depan kepala dusun , Kepala desa, camat, atau maupun dihadapan media demi nama baik kepala dusun, kepala desa dan camat di Kabupaten Polewali Mandar.

“Dari penyataan dilontarkan oknum anggota DPRD Polman dari Fraksi PPP berinisial “ SMS” bahwa kepala dusun, kepala desa dan camat adalah “SETAN”, membuat para Camat, Kades dan Kadus di kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar melakukan aksi dan tersinggung serta merasa dilecehkan oleh oknum wakil rakyat di parlemen.

“Dari beberapa pembicara sebagai perwakilan Kadus, Kades dan camat pada intinya sangat menyayangkan pernyataan seorang wakil Rakyat yang notabene memiliki predikat “ Terhormat.

” sehingga menuntut oknum wakil rakyat itu meminta maaf secara terbuka kepada orang dimaksud “SETAN” itu secara terbuka di media massa.
Usai menerima perwakilan Camat, Kades dan Kadus,

“Ketua Badan Kehormatan DPRD Polman, Abd Manaf Idroes kepada Jurnalis Lapisnew.com mengatakan, pihaknya segera memanggil oknum Ketua Fraksi PPP itu untuk dimintai keterangan klarifikasi tentang pernyataan stagment dilontarkan pada saat melakukan kampanye Dialogs di Lego kecamatan Balanipa, karena bersangkutan hari ini ( Rabu red ) tiba dari Makassar dari pulau Jawa dalam urusan partai dan rencananya hari Jumat (20/4-2018) mendatang melalui undangan, kata Manaf Idroes.

“Secara terpisah, Ketua DPC APDESI Polman, Darwis Kawandi dimitai komentarnya mengatakan, sesungguhnya pihaknya berkeinginan menempuh jalur terbaik melalui musyawarah dan itulah sebabnya pihaknya menyerahkan kepada BK untuk diproses sesuai ketentuan berlaku dan kalau kelak jika buntut dan oknum wakil rakyat itu tidak memenuhi keinginan para camat dan jajarannya untuk meminta maaf secara terbuka, pihaknya akan menempuh upaya lain demi kepentingan bersama.

“Menjawab pertanyaan Jurnalis Lapisnew.com tentang tindaklanut ke pihak berwajib atau rana hukum apabila oknum itu tidak memenuhi tuntutan APDESI sebagai wadah kades dan kadus. Menurut Darwis Kawandi, sesungguhnya tidak sampai kesitu, tetapi pihaknya menghendaki agar wakil rakyat dari Fraksi PPP itu mau berbesar hati mengakui kehilafannya dan meminta maaf secara terbuka. (Andira/*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed