by

Melalui Kegiatan ini Agar Senantiasa Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama

LAPISNEWS.COM, Mateng – Jalin silahturahmi tebarkan kedamain di bumi Lalla Tasisara. Itulah tema sosialisasi Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang di laksanakan oleh Kesbang Pol Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Kamis (29/3/2018).

Sosialisasi yang di gelar di Aula kantor Camat Topoyo di hadiri oleh Staf Ahli Bupati, Saharuddin Tinggi, Kepala Kemenag Kabupaten Mateng, H. Mahmuddin, Camat Tobadak H. Ansar, Ketua MUI Mateng H. Muh. Kosim, Ketua FKUB Mateng, serta tamu undangan lainnya.

“H. Saharuddin Tinggi berharap, melalui kegiatan ini agar senantiasa memperkokoh Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Mamuju Tengah. Karena menurut Data terakhir pada Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI menunjukkan bahwa, indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2016 adalah 75.47 persen, hasil survei ini naik 0,12 persen jika dibandingkan dengan indeks KUB tahun 2015 sekaligus menunjukkan tingkat Kerukunan Umat Beragama di Indonesia cukup tinggi.

“Hal ini didapatkan berdasarkan indikator, Toleransi, Kesetaraan dan Kerjasama. selain itu, hasil survei juga menunjukkan hubungan positif antara keterlibatan tokoh agama dan organisasi keagamaan dengan kerukunan umat beragama, kepercayaan umat beragama terhadap tokoh agama memiliki indeks yang tinggi sebesar 68,65 persen, kepercaan umat beragama terhadap orang dari suku berbeda 73.71 persen, sedangkan kepercaan umat beragama terhadap penganut agama lain sekitar 77,09 persen,” ujar Saharuddin Tinggi.

“Olehnya itu kata Saharuddin, diharapkan kepada seluruh tokoh agama, pemuda dan masyarakat agar memperlancar komunikasi serta mempererat jalinan persaudaraan antar sesama umat beragama sesuai dengan tema, jalin silaturahmi terbarkan kedamaian di bumi Lalla Tasisara.

“Kita perlu cermati bersama berbagai permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat yang memerlukan perhatian serius bagi kita semua, sebagaimana kita ketahui bahwa arus globalisasi serta derasnya alur informasi dan transformasi yang disertai masuknya budaya asing, paham radikal yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita, telah memungkinkan perubahan-perubahan negatif pada perilaku sebagian masyarakat kita,” ungkapnya.

Dia katakan, Kondisi yang demikian memicu munculnya berbagai permasalahan dan perilaku negatif. Hal ini dapat dicermati dengan adanya usaha mendorong NKRI, UUD 1945, idiologi pancasila dan bhineka tunggal ika. Disamping itu patut juga dicermati bersama masalah penyalahgunaan narkoba, minuman keras, serta berbagai penyakit masyarakat lainnya dikalangan generasi muda.

“Saya berpesan kepada seluruh pemuka agama agar terus menjaga kerukunan umat beragama yang selama ini berjalan dengan baik, jangan sampai dicederai oknum-oknum yang ingin memecah persaudaraan kita sesama umat beragama, jalin kerjasama yang solid antara Dandim sesama FKUB maupun antara FKUB dan Pemerintah,” pesanya. (Y)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed