by

MENGHADAPI PILBUP MAMASA, MASYARAKAT JANGAN TERPROVOKASI

-Daerah, Ekonomi-1,380 views

Lapisnews.com, Mamasa – Rapat koordinasi petama tingkat Kabupaten Mamasa dipimpin oleh Bupati Mamasa H Ramlan Badawi dan Wakil Bupati Mamasa dan para Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mamasa dilaksanakan di Aula Matana 2 Kabupaten Mamasa, Rabu 24/01/2018.

“Rakor tersebut dimaksudkan untuk persiapan pelaksanaan program dan percepatan pembangunan Kabupaten Mamasa tahun 2018 dihadiri oleh para camat, Lurah dan Kepala Desa se- Kabuapten Mamasa

“Dalam Arahannya Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi menegaskan pentingnya mempelajari kembali evaluasi kerja di tahun 2017 sebagai pedoman untuk meningkatkan program tahun 2018. Bupati menambahkan bahwa salah satu yang mesti harus dirobah pada tahun 2018 adalah terbentuknya koordinasi yang baik antara bawahan dan atasan.

Para Kepala Desa harus dapat berkoordinasi dengan camatnya sebelum lanjut ke tingkat kabupaten.
Menyinggung soal Pilkada, Bupati menegaskan agar perhelatan politik tahun 2018 di Mamasa harus berlangsung kondusif dan aman.

“Para kepala desa dihimbau untuk dapat memberikan pendidikan politik yang mengedepankan persatuan antara komponen-komponen dalam masyarakat dan tidak mengarahkan perhelatan politik tersebut ke ara provokatif yang bahkan melibatkan sara.

“Jadikan Mamasa tetap sejuk dan kondusif, Pilkada tetap jalan tetapi program pembangunan dan pemerintahan mulai dari desa sampai di tingkat kabupaten harus berjalan seperti biasa. Jangan terprofokasi dengan issu-issu yang menyesatkan! Ujar Ramlan.

“Pada kesempatan yang sama Kapolres Mamasa AKBP Arianto, SE., MM juga menegaskan bahwa kita jangan mau dipecah belah seperti pada Zaman penjajahan dahulu. “Issu agama, perbedaan ras dan suku adalah sarana elegan untuk memecah belah persatuan dan keharmonisan yang selama ini kita bangun.

Masyarakat Mamasa harus menyadari hal itu. Ada oknum-oknum yang sengaja menghembuskan issu itu untuk mendapatkan keuntungan dalam proses Pilkada yang sedang berlangsung.” Ungkap Arianto.

“Kapolres menambahkan bahwa pihaknya dalam melakukan pencegahan, penertiban dan penyelesaian berbagai kasus selalu mengedepankan pendekatan kekeluargaan yang berakar pada kearifan lokal. Kepala desa diharapkan apabila menemukan masalah, jangan langsung diarahkan kepada kepolisian tetapi paling tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan yang melibatkan hukum adat yang berlaku.(Kristian)/Y)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed