by

Pesta Demokrasi Bukanlah Perang Tetapi Pesta Demokrasi Masyarakat Menentukan Pemimpinnya 5 Tahun Kedepan.

Lapisnews.com, Mamasa – Konsolidasi masyarakat mamasa Cinta damai yang dilaksanakan di Aula matana 2, selasa (16/01/2017)

“Dalam pertemuan tersebut dihadiri Martinus Tiranda, Reskianto, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta segenap stake holder yang menginginkan kedamaian di bumi kondo sapata Kabupaten Mamasa

“Dalam sambutan Martinus Tiranda menjelaskan bahwa dibalik isu-isu negatif yang berkembang saat ini baik di medsos ternyata masih banyak masyarakat yang menginginkan cinta damai, Mamasa diciptakan demi kepentingan semua kelompok sehingga tidak ada satupun kelompok yang mengklaim bahwa kelompoknya yang paling berkuasa di Mamasa.

“Lebih lanjut ia jelaskan Tuhan membuat perbedaan agar dapat menjadi satu, tetapi Tuhan tidak membuat perbedaan untuk menjadi perpecahan, sehingga perlu dipertahankan persatuan di Mamasa, pesta demokrasi bukanlah perang tetapi pesta demokrasi dimana masyarakat menentukan pemimpinnya 5 tahun ke depan.

Siapapun berhak memimpin di Mamasa, tidak ada istilah mayoritas dan minoritas yang ada adalah warga Mamasa yang mencintai Mamasa apapun suku, ras dan agama. Selama ini Mamasa mendengungkan Budaya, adat istiadat olehnya itu pesta demokrasi dinikmati dengan cara yang berbudaya.

“Percuma berbicara agama namun tidak beragama, karna agama tidak menghendaki kekacauan, agama tidak menghendaki saling caci memaki karna agama apapun mengajarkan saling mencintai dan saling mengasihi, olehnya itu ia berharap jangan terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dalam kekeluargaan.

“sejalan dengan hal itu, Reskianto menjelaskan bahwa apapun perpolitikan yang terjadi di Mamasa itulah demokrasi, apapun cara dan strategi yang dilakukan merupakan bagian dari sebuah proses demokrasi oleh karna telah diatur melalui undang-undang.

“Lebih lanjut ia jelaskan alasan ia mendukung Martinus Tiranda selaku calon Bupati Mamasa semata-mata ia memiliki visi yang sama dalam membangun Mamasa ke depan, serta di balik lubuk hati paling dalam ada keinginan, ada ketulusan serta keiklasan untuk menjadikan Mamasa lebih baik lagi ke depan.

“Ia berharap melalui tangan Martinus Tiranda pembangunan Mamasa 5 tahun kedepan lebih baik sehingga ia akan berjuang untuk mendudukannya di pemerintahan namun ia pula sebagai golongan muda akan mengkritisi pemerintahan ketika tidak berjalan sesuai dengan keinginan rakyat.”(Kristian Parangka/Y)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed