by

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun Pemkab Mateng Pusatkan di Kecamatan Pangale

-Daerah-1,064 views

Lapisnews.com, Mateng – Sebanyak 71 pemuda dari seluruh tanah air berkumpul untuk mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu bahasa indonesia. Hal ini di lakukan demi cita-cita besar bangsa indonesia.

Sungguh sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalan sejarah bangsa indonesia, karena bila di lihat secara imigratif, sulit rasanya membayangkan mereka (Pemuda) dapat bertemu dengan mudah. Sementara sarana transfortasi masih mengandalkan laut, di butuhkan waktu berminggu-minggu bisa sampai ke kota asal mereka (Pemuda). Selain itu, alat komunikasipun masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos. Hari ini surat di kirim, satu dua bulan kemudian barulah sampai di tempat tujuan.

Belum lagi kalau berbicara tentang perbedaan agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda, namun fakta sejarah menunjukkan bahwa sekat dan batas-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar bangsa indonesia.

“Kita patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda indinesia yang sudah mekahirkan sumpah pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsa indonesia,” ucap Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dalam pidato seragamnya saat peringatan Sumpah Pemuda ke 89 tahun yang di bacakan oleh Bupati Mamuju Tengah (Mateng) H. Aras Tammauni, Sabtu (28/10/2017).

Lanjutnya, Presiden pertama RI, Bungkarno pernah menyampaikan, “jangan warisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan indonesia yang sudah satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir”.

“Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Kita harus berani mengatakan bahwa persatuan indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan apalagi golongan,” pungkasnya.

Untuk di ketahui, upacara peringatan hari sumpah pemuda ke 89 tahun di pusatkan di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mateng dan di hadiri oleh Bupati Mateng, H. Aras Tammauni, Wakil Bupati Mateng, H. Muh. Amin Jasa, Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mateng, H. Askary, Kapolsek, Kepala Desa se Kecamatan Pangale, Kepala Organisasi Perabgkat Daerah (OPD) lingkup Penkab Mateng, Anggota DPRD Mateng, staf ahli bupati dan tamu undangan. (Ysn/Y)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed