by

Prapradilan Ditolak Ketua DPRD Sulbar Mun

-Hukum-646 views

Lapisnews.com – Mamuju Dalam Konferensi Pers Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Politikus Demokrat H. Andi Mappangara, S.Sos menceritakannya sebenarnya saya diperjalanan baru ada informasi sudah ada putusan pengadilan di Negeri Makassar ternyata prapengadilan yang kami ajukan itu ditolak.

Sikap saya terkait dengan bagaimana Partai Demokrat tetap berkomitmen dan konsisten dalam lingkup pemberantasan korupsi di indonesia. Kita dari awal sudah bersepakat diinternal kita ada saat ada kader yang terindikasi, yang terkait dengan pasal tindak pidana korupsi, kita tersedia fakta, dan pada saat kita lebih mementingkan kepentingan partai.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini terkait masalah yang saya hadapi saat ini, kita tahu semua saya sekarang berstatus tersangka maka saya besikap sebagai berikut:

Pertama, pada hari ini, siang ini, detik ini, saya mengundurkan diri jadi Sekretaris DPD partai demokrat Provinsi Sulbar. Saya berharap kepada Ketua DPD agar mendesak ketua DPP partai demokrat siap mencari pengganti siapa yang bisa penuh sekretaris DPD partai Demokrat Sulbar.

Kedua, hari ini saya juga mendesak kepada Ketua DPD untuk segera melakukan proses pergantian Ketua DPRD Provinsi Sulbar. Saya pribadi akan fokus proses hukum yang ada di kejaksaan.

Pada kesempatan ini, saya berharap kepada kita semua mari kita bekerjasama dengan baik agar apa yang tahan kedepan ini bisa selesai dengan baik. Dan insyah Allah saya pribadi akan tetap berjuang semaksimal mungkin untuk membuktikan dugaan-dugaan dari Kejati itu tidak benar.

Prinsipnya, Saya secara pribadi serta lembaga DPRD Sulbar, kita menghargai semua lembaga yang ada di indonesia termasuk prapengadilan ini, kejati yang telah menjatuhkan putusan tadi sekitar jam 10.00 wita.

Nah tentu saja saya hadapi proses selanjutnya adalah penyidikan yang ada di kejaksaan sebagai tersangka, dan disitu masih ada peluang kita ini untuk di SP3kan kalau memang bukti-bukti itu tidak kuat untuk diajukan ke pengadilan dan kalau memang tidak bisa, kita bisa lagi bagaimana argumentasi kita, bagaimana meyakinkan kepada hakim dipengadilan yang sebenarnya seperti ini kejadiannya.

“Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulbar Suhardi Duka mengatakan pada hari ini dua jabatan yang ingin dilepas oleh Andi Mappangara, perlu diketahui di partai demokrat keputusan itu berjenjang, untuk ketua DPRD Kabupaten itu putusnya di Ketua DPD, untuk Kedua DPRD Provinsi putusnya ada di DPP, olehnya itu karena hari ini ketua DPRD Sulbar hak partai demokrat sesuai undang-undang MD3 tidak bisa digantikan oleh partai lain, maka mulai hari ini saya sebagau Ketua DPD untuk menjaring siapa diantara anggota majelis DPRD Provinsi yang akan menggantikan ketua DPRD Sulbar yang sekarang berstatus tersangka.

“Belum ada penggantinya maka Andi Mappangara tetap jadi ketua DPRD dengan anggapan itu praduga tak bersalah. Yah fakta integritas dipartai demokrat sesorang yang tersangka harus mundur dari jabatan itu maka tadi sudah mundur. Hanya belum bisa ditolak secara devacto karena belum ada penggantinya karena itu hak kami tidak bisa Ketua DPRD diganti oleh partau lain, harus partai demokrat.

“Dengan demikian saya segera kejakarta untuk meminta DPD dari anggota DPRD untuk ditunjuk menjadi Ketua DPRD. Dari sembilan anggota DPRD Partai Demokrat adalah Yahuda, H. Sukardi M. Noer, Syamsul Samad, Hj. Fatmawati, Sukri, H. Firman Argo Waskito , Hj Amelia Fitri, H. Abidin Abdullah dan Hj Sahariah. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed